Minut, KOMENTAR.ID
Peningkatan pelayanan kemasyarakatan di bidang kesehatan terus digenjot Pemkab Minahasa Utara (Minut), di bawah komando Bupati Joune JE Ganda SE, MAP, MM, MSi dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung SH MH (JGKWL). Salah satunya nampak lewat penanganan kasus tubercolosis atau TBC.
Informasi yang dihimpun wartawan media ini, sudah 4 fasilitas kesehatan (Faskes) yang terdiri dari 3 Puskesmas dan 1 rumah sakit di Kabupaten Minut yang memiliki alat tes cepat molekuler (TCM).
Hal ini turut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minut, dr Stella Safitri M.Kes, Senin (20/3/2023).
“Ya, ada empat Faskes yang sudah punya alat TCM yakni Puskesmas Airmadidi, Puskesmas Tatelu, Puskesmas Likupang serta RS Maria Walanda Maramis,” kata dr Stella saat ditemui di ruang kerjanya.
Dikatakannya lagi, dengan adanya alat TCM, investigasi terhadap kasus TB jadi lebih mudah dilaksanakan. Begitu pun dengan hasilnya, lebih cepat diketahui.
“Dengan begitu, tindakan intervensi dari kita pun lebih cepat dilakukan,” ujarnya.
Disinggung soal ketersediaan obat, Srikandi yang pernah dipercaya menjadi Kepala Puskesmas Kema ini meminta warga untuk tidak perlu khawatir.
“Jadi, selain sudah ada alat TCM, obatnya juga sudah ready di kita,” tuturnya.
Karenanya, ia mengimbau warga yang merasa punya gejala TB agar bisa langsung mendatangi Puskesmas guna mendapatkan penanganan lebih awal.
“Lebih baik kita lakukan pencegahan, itu jauh lebih bagus. Namun, kalaupun sudah terdiagnosa positif, paling tidak petugas kita sudah bisa ambil tindakan sebelum kasusnya meluas kepada orang-orang sekitar,” katanya.
Sementara itu, Wasor TBC/Kusta di Dinas Kesehatan Minut, Youla Mamesah menyebutkan, untuk data kasus TBC selama tahun 2022 lalu, wilayah Airmadidi menjadi yang tertinggi dengan 55 kasus.
Disusul Kolongan dan Kauditan yang masing-masing mengoleksi 53 dan 49 kasus.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jika jumlah tersebut akan bertambah dengan adanya alat TCM.
“Namun paling tidak dengan adanya deteksi awal, kita lebih mudah mengambil tindakan. Dengan begitu juga, eliminasi kasus (TB) pun lebih cepat dilakukan,” tutupnya sembari menyebutkan, tahun 2030 nanti Kabupaten Minut sudah bebas TBC sebagaimana target jadi target nasional.
Sekadar diketahui, sebagaimana dirilis oleh WHO, saat ini Indonesia menempati posisi kedua dunia setelah India sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak.
[***/ein]






