Minut, KOMENTAR.ID
Meski sebelumnya sudah dirilis ada 3 wilayah di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang tinggi kasus Tuberkulosis (TBC), ternyata ada juga kawasan pemukiman yang minim kasus. Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minut, 3 wilayah yang minim kasus TBC tersebut adalah Batu, Tinongko dan Kema.
“Berdasarkan laporan yang kita terima, ternyata ada tiga Puskesmas yang minim kasus TBC yakni Puskesmas Batu, Puskesmas Tinongko serta Puskesmas Kema,” kata Kepala Dinas Kesehatan, dr Stella Safitri M.Kes melalui melalui Wasor TBC/Kusta, Youla Mamesah, belum lama ini.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti faktor apa yang membuat kasus TBC di wilayah tersebut terbilang rendah. Namun demikian, menurutnya pola hidup sehat ikut mempengaruhi tinggi rendahnya kasus.
“Tentunya kalau kita terapkan pola hidup sehat, sudah pasti kecil kemungkinan kita bisa terkena TB,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menyebutkan, tingginya kasus TBC juga tak lepas dari rendahnya kesadaran masyarakat memeriksakan diri.
“Mereka (penderita TBC) merasa tidak mengidap penyakit TBC sehingga memberi potensi penularan yang lebih luas. Dengan kata lain, kalau di daerah tertentu kasusnya minim, boleh disimpulkan juga kalau kesadaran masyarakat di situ sudah cukup tinggi,” urainya.
Meski demikian, ia mengaku terus mendorong petugas lapangan agar intens melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat perihal bagaimana menangkal penyakit TBC.
“Selain sosialisasi dan edukasi, kita juga sudah punya alat berupa tes cepat molekuler yang boleh mendeteksi lebih dini penyakit TBC,” ujarnya sembari menyebutkan jika TCM telah tersedia 3 Puskesmas dan 1 rumah sakit di Minut.
Sekedar diketahui, 3 wilayah dengan kasus TBC tertinggi di Minut yakni Airmadidi dengan 55 kasus, Kolongan 53 kasus serta Kauditan 49 kasus.
[***/ein]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.