Warga Perbatasan RI-Philipina Turut Kecewa Indonesia Batal Tuan Rumah Piala Dunia U20

Tahuna, KOMENTAR.ID

Dibatalkannya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 oleh FIFA tidak hanya menjadi isu viral dan polemik nasional, tapi turut berimbas ke wilayah perbatasan Republik Indonesia-Philipina.

Warga perbatasan di Kabupaten Kepulauan Sangihe misalnya, langsung terusik dan mengeluarkan uneg-uneg kekecewaan baik lewat diskusi–diskusi kecil maupun yang diungkap dan dikomentari di Media Sosial (Medsos).

Seperti halnya yang ditulis akun Facebook berinsial FJ, menyebut sepak bola bukan agama dan tak bertuhan tetapi mambangun persatuan dalam perbedaan.

Sontak status akun FJ ini langsung menuai beragam komentar dari sejumlah netizen, diantaranya akun JK yang menulis Rip Sepak Bola Indonesia.

Tak cuma itu, dalam kolom komentar lain akun JO bahkan turut mengunggah foto kader PDIP Ganjar Pranowo dengan tulisan menyindir.

“Ganjar Pranowo siap bikin lomba antar kolom sebagai pengganti piala dunia U20,” tulis JO.

Ungkapan lainnya masih menyindir kandidat kuat Capres tersebut.

“Ganjar 2024 out, parpol yang menolak out. Rip sepak bola Indonesia”tulis akun DM.

Beberapa akun FB lannya juga ikut menunggah nada kecewa.

“Setelah gagal menjadi tuan rumah U20, apa Palestina langsung merdeka ?,”tulis akun SL

Tak kalah kecewa juga akun LS yang memposting foto berita FIFA yang membatalkan Indonesia tuan rumah U20.

” Negara gagal”tulis LS.

“Sangat disayangkan dan menjadi satu sejarah bahkan catatan buruk bagi bangsa kita,”timpal akun DS dalam kolom komentar status LS.

Begitu pun dalam kongkow-kongkow yang membahas piala dunia U20, ungkapan kecewa juga dilontarkan Tokoh Pemuda Tidore Tahuna Timur Ridwan Machmud.

“Terus terang saya kecewa, sepak bola bukan soal agama atau politik tapi sportifitas, dan jika FIFA jatuhkan sanksi pembekuan PSSI, tidak ada lagi di Sangihe pertandingan liga dan kelompok usia yang rutin digelar Askab PSSI Sangihe,”ketus Ridwan.

“Padahal sepak bola di perbatasan sudah mulai bangkit dengan rutinnya kompetisi resmi PSSI maupun kelompok umur serta ajang Bupati Cup dan Dandim Cup, sekali lagi ini kekecewaan bagi kami di perbatasan dan akan lebih kecewa lagi jika turun sanksi pembekuan oleh FIFA,”tambah penggila bola ini.

 

 

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts