Talaud, KOMENTAR.ID
Menyikapi persoalan pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi di tanah Porodisa, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Talaud Samuel Bentian SH angkat bicara.
Ditemui media ini di kompleks perkantoran Kantor Bupati Talaud lama Jumat, (20/04/2023) siang tadi.
Bentian menyampaikan kekecewaan kepada pihak PLN atas pemadaman listrik berkepanjangan di Talaud.
“Tentunya kami merasa di anak tirikan, kami meminta agar pihak PLN dapat memperlakukan Kabupaten Talaud sama seperti Kabupaten Sangihe,” terang Samuel.
Lebih lanjut Bentian menjelaskan, mesin pamasok listrik yang selama ini beroperasi di Kepulauan Talaud adalah mesin tua yang seharusnya tidak layak lagi beroperasi.
“Kalau mati setiap harinya dengan waktu yang cukup panjang, bagaimana Kepulauan Talaud bisa menjaga negara Republik Indonesia yang menjadi ujung tombak NKRI?, “terang Samuel Bentian.
Tak hanya itu, Ia yang baru menjabat Ketua DPRD Talaud sebulan penuh semenjak di lantik februari lalu mengatakan, belum lama ini dirinya bersama Wakil Ketua DPRD Talaud Voker Pele dan Djekmon Amisi telah menyambangi Kantor PLN Suluttenggo untuk meminta tanggapan terkait pemadaman listrik di Talaud.
“Kami telah berkoordinasi tentang hal itu dan PLN tentunya harus menaruh perhatian khusus dengan menghadirkan mesin yang baru, Talaud merupakan pintu NKRI yang berbatasan langsung dengan negara Filipina,” Tutup Bentian di dampingi Arvan Bawangun SH MH yang merupakan Sekretaris DPRD Kabupaten Talaud.
[Kid/ndo)






