Manado, KOMENTAR.ID
Status Ketua Panitia Pelaksana Natal Nasional GEMPAR 2026 di Sulawesi Utara memunculkan kegaduhan di ruang publik. Dari kubu Recky Langi sempang mengungkit jabatan ketua panitia itu tidak ada restu dari Hasyim Hadikusumo. Sedangkan jawaban dari kubu Hillary Brigitta Lasut (HBL), Hasim bukan bagian internal GEMPAR, sehingga tidak dibutuhkan restu berupa surat atau perintah lisan.
Mengenai kegaduhan ini, LSM Parangpuang meminta semua pihak termasuk publik sekalipun agar tidak perlu membawa-bawa nama Hasyim dalam narasi perdebatan.
“Ini kan untuk kegiatan iman dan keagamaan kita. Tidak elok perdebatan kemudian harus merujuk pada restu Pak Hasyim. Kita tidak perlu debat kusir seolah-olah ketua panitia itu jabatan politik. Mari kita bersikap dewasa semuanya,” pesan Enny Umbas.
Terpisah, aktivis Sulut Calvin Castro menegur Hillary Lasut agar tidak memanfaatkan nama besar Hasyim dalam media sosial. Karena dikhawatirkan ada pihak yang kemudian mengambil momentum sesuai postingan Hillary yang menyebut nama Hasyim.
“Kita tidak persoalkan SK GEMPAR karena itu urusan internal mereka. Namun sebagai Ketua Panitia yang datang dari elemen pejabat Negara, jangan bawa-bawa nama Pak Hasyim. Bisa saja ada orang-orang dari unsur panitia yang tidak bertanggung jawab masuk ke semua BUMN/BUMD minta dana dengan referensi pernyataan Hillary yang berterima kasih kepada Hasyim. Kira-kira begitu,” jelas Castro. (kim)






