Minut, KOMENTAR.ID
Meski upaya penanganan pasca bencana di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus menunjukkan progres positif, namun warga tetap diminta siaga. Pasalnya, BMKG telah merilis adanya fenomena fase bulan purnama tanggal 5 Februari 2023 yang menyebabkan ketinggian pasang yang melewati ambang batas.
Tidak itu, fenomena ini akan diikuti pula dengan potensi terjadinya gelombang sedang hingga tinggi.
Itulah sebabnya, menyikapi hal ini, Bupati Minut Joune JE Ganda SE MAP MSi MM, meminta warta untuk tetap siaga.
“Kita tidak bisa menolak datangnya bencana, termasuk kapan waktunya. Namun, paling tidak dengan adanya informasi dari BMKG, kita bisa meminimalisir dampaknya. Dan itu hanya boleh terjadi kalau kita tetap waspada dan siaga,” kata Ganda.
Secara khusus ia menyebutkan 3 wilayah pesisir di Minut yakni Likupang, Wori serta Kema.
“Lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Dan kalaupun terlihat ada potensi bencana, baiknya menyingkir dulu ke tempat yang lebih aman,” imbaunya sembari juga mengingatkan para pengguna jalan agar lebih waspada ketika berkendara saat hujan deras disertai angin kencang.
“Kecepatan angin diperkirakan akan mencapai 25 knot, yang berpotensi memicu terjadinya pohon tumbang,” sebutnya.
Sekadar diketahui, belum lama ini BMKG telah merilis imbauan kepada warga pesisir sehubungan dengan fenomena gelombang dan banjir pesisir.
Dalam rilis tersebut disebutkan periode siaga berlangsung mulai tanggal 2 Februari dan berakhir 10 Februari 2023.
[***/ein]






