Bunda TPK Kabupaten Minut Dikukuhkan, Bupati JG: Angka Stunting Turun Drastis

Minut, KOMENTAR.ID

Tidak bisa dipungkiri jika kepemimpinan Bupati Joune JE Ganda SE, MAP, MM, MSI dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung SH, MH (JGKWL), telah berhasil menekan angka stunting di Kabupaten Minut. Diketahui, persentase angka stunting di tanah Tonsea (sebutan lain untuk Kabupaten Minut) saat ini tinggal 3 persen dari total sebelumnya yakni 21 persen di awal kepemimpinan JGKWL 2020 lalu.

Meski boleh dibilang sudah terjun bebas, tidak berarti Pemkab Minut mulai abai terhadap stunting. Sebaliknya, ragam terobosan tetap dilakukan agar stunting benar-benar tereliminasi.

Bupati Joune JE Ganda, memberi sambutan dalam kegiatan pengukuhan Bunda Tim Pendamping Kekuarga.

Teranyar adalah dengan dikukuhkannya Bunda Tim Pendamping Keluarga (TPK). Adapun yang menjadi motor penggerak dalam program ini yakni Rizya Ganda Davega yang juga didapuk sebagai Bunda Stunting Kabupaten Minut.

Istri tercinta Bupati JG ini pun nampak tak bisa menyembunyikan antusiasnya saat diwawancarai sejumlah media sesaat setelah pengukuhan berakhir.

Bupati Joune JE Ganda kompak bersama Wakil Bupati Kevin W Lotulung, memberi dukungan terhadap Bunda Tim Pendamping Keluarga yang hendak dikukuhkan.

“Mengurangi angka stunting di Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu upaya terus kami (TP-PKK) lakukan sampai saat ini,” kata Rizya, Senin (27/3/2023).

Ia mengaku, bahkan sebelum dirinya dikukuhkan sebagai Bunda Stunting, sejumlah langka telah diambil guna mendorong terwujudnya generasi bebas stunting di masa mendatang.

Salah satu rangkaian kegiatan yakni launching dapur sehat dalam upaya menekan stunting.

“Sosialisasi dalam bentuk penyuluhan serta edukasi kepada para ibu terkait pentingnya memperhatikan gizi anak-anak balita khususnya pada seribu hari pertama terus kita giatkan sampai ke desa-desa,” ujarnya.

Nah, dengan dikukuhkannya pula Bunda Tim Pendamping Keluarga di Kecamatan hingga desa-desa, diharapkan lebih cepat mengeliminir kasus stunting.

Nampak para Bunda Tim Pendamping Keluarga melakukan foto bersama.

“Apalagi kita juga sudah launching Dapur Sehat, diharapkan akan semakin memaksimalkan setiap upaya-upaya yang kita lakukan dalam menekan kasus stunting,” harapnya.

Sementara itu, Bupati JG ikut mengapresiasi TP PKK yang menurutnya sangat all out mendukung kepemimpinan JGKWL dalam menekan angka stunting.

Para peserta ikut menyatakan komitmen untuk sama-sama menekan angka stunting.

“Memang jika melihat kasus stunting di lapangan, kita telah mengalami penurunan yang sangat signifikan. Namun, di sisi lain kita temukan bahwa ada peningkatan jumlah anak yang masuk kategori stunting,” ungkapnya.

Karenanya, fokus utama penanganan saat ini adalah lewat langka mitigasi terhadap ibu-ibu hamil serta para remaja yang baru akan membentuk rumah tangga atau yang sudah berkeluarga.

“Nah, mereka-mereka ini sudah harus didampingi. Termasuk asupan gizi mereka sudah harus dikawal sehingga tidak melahirkan anak-anak stunting,” ujarnya.

Musik kulintang ikut mengiringi lagu mars stunting yang diciptakan Bupati Joune JE Ganda.

Ditambahkannya lagi, ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam menekan stunting yakni: Menikah di usia yang terlalu muda, Jarak kehamilan janganlah terlalu dekat, Usia melahirkan jangan terlalu tua serta Jumlah anak terlalu banyak.

“Mari sama-sama kita kawal setiap program yang sudah dibuat mengingat stunting berhubungan langsung dengan masa depan bangsa. Jangan sampai masa keemasan kita justru jadi petaka hanya karena SDM yang telah merosot,” serunya.

“Mari jaga generasi ke depan kita dengan wariskan masa depan yang baik untuk generasi yang akan datang,” kuncinya.

Nampak para peserta kegiatan.

Sekadar diketahui, usai dikukuhkan, kegiatan dilanjutkan dengan roadshow ke masing-masing Kecamatan.

Adapun agenda di roadshow ini adalah mengampanyekan stop stunting sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang makanan bergizi untuk ibu hamil, menyusui dan bayi serta balita.

Kegiatan pengukuhan turut dihadiri Sekretaris Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Lady Ante.

Selain itu, nampak pula Sekretaris Daerah Novly G Wowiling bersama para Asisten, hingga para Kepala OPD serta Camat.

Kegiatan ini merupakan yang pertama di 15 Kabupaten/Kota yang ada di Sulut.

[advetorial/ein]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts