Minut, KOMENTAR.ID Kepemimpinan Bupati Joune JE Ganda SE, MAP, MM, M.Si dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung, SH, MH (JGKWL) telah menginjak usia 2 tahun. Namun demikian, banyak kalangan menilai jika janji-janji politik yang diucapkan jagoan PDIP ini belum terlaksana sebagaimana yang diharapkan.
Diketahui, sedikitnya ada 10 program prioritas yang dikerap dikumandangkan JGKWL maupun tim sukses saat kampanye lalu. Lantas seperti apa tanggapan JGKWL menyikapi hal ini?
Bupati JG ketika dimintai tanggapan perihal klaim publik terhadap lambatnya realisasi visi-misi, tidak menampik.
“Iya, kami juga akui hal itu,” kata JG, saat sharing dengan sejumlah wartawan, belum lama ini.
Dikatakannya, ia bersama Wakil Bupati serta jajaran Pemkab Minut tetap terus berupaya memberikan yang terbaik, hanya saja ada sejumlah faktor yang membuat upaya tersebut terhambat.
Bahkan, disebutkannya ada kurang lebih 3 hal yang paling mencolok sebagai pengganjal JGKWL dalam upaya merealisasi visi-misi.
“Hambatan ini tak bisa kami tolak atau hindari, karena dampaknya bukan cuma pada kita di Kabupaten Minahasa Utara, tapi secara internasional. Itu adalah wabah COVID-19 awal tahun 2020 yang melumpuhkan semua sendi-sendi ekonomi,” ujarnya.
Visi-Misi JGKWL menuju Minut Hebat.
Lanjutnya lagi, belum benar-benar pulih dari hantaman tsunami COVID selama kurang lebih 2 tahun, di tahun 2022 sektor ekonomi kembali diguncang oleh inflasi yang merupakan imbas dari geopolitik dunia.
“Sama seperti COVID, walau perangnya terjadi di Eropa (Rusia vs Ukraina), namun dampaknya ke kita di Minut juga cukup besar, sehingga kebijakan anggaran pun banyak terseret pada upaya penanganan inflasi,” terangnya.
Alih-alih untuk survive, kata dia lagi, bumi Klabat (baca: Kabupaten Minut) kembali dihantam persoalan cukup serius yakni rentetan bencana awal tahun 2023 yang bukan hanya di satu wilayah.
“Baru-baru ini siapa akan menyangka banjir bandang akan terjadi di desa Klabat? Di saat yang sama, pos anggaran kita untuk penanganan bencana sudah terkuras akibat bencana besar awal tahun kemarin,” tuturnya.
Oleh karena itu, lagi-lagi ia tak menampik kalau pihaknya belum benar-benar merealisasi apa yang jadi janji politik saat tahapan kampanye tahun 2020 lalu.
“Yang kami lakukan saat ini adalah bagaimana memaksimalkan semua program yang sudah disusun di tengah-tengah situasi ekonomi yang belum benar-benar stabil,” sebutnya.
Meski begitu, ia mengaku masih boleh sedikit tersenyum karena ada beberapa upaya yang dilakukan di momen-momen sulit ini, membuahkan catatan manis.
“Salah satunya adalah nilai rata-rata inflasi kita adalah yang paling rendah di Sulut. Bahkan angka rata-rata nasional,” sebutnya.
“Begitu juga dengan realisasi investasi yang masuk ke Sulut, Kabupaten Minut jadi yang tertinggi bahkan unggul jauh dibanding empat belas Kabupaten Kota lain. Termasuk mengungguli perolehan pemerintah provinsi,” tambahnya.
Karenanya, ia masih terus berharap dukungan masyarakat Minut terhadap JGKWL tetap maksimal di sisa periode ini.
“Sebab bisa dipastikan bahwa capaian yang sudah kita bikin selama ini, tak pernah lepas dari support semua elemen masyarakat,” kuncinya.
Minut, KOMENTAR.ID Kepemimpinan Bupati Joune JE Ganda SE, MAP, MM, M.Si dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung, SH, MH (JGKWL) telah menginjak usia 2 tahun. Namun demikian, banyak kalangan menilai jika janji-janji politik yang diucapkan jagoan PDIP ini belum terlaksana sebagaimana yang diharapkan.
Diketahui, sedikitnya ada 10 program prioritas yang dikerap dikumandangkan JGKWL maupun tim sukses saat kampanye lalu. Lantas seperti apa tanggapan JGKWL menyikapi hal ini?
Bupati JG ketika dimintai tanggapan perihal klaim publik terhadap lambatnya realisasi visi-misi, tidak menampik.
“Iya, kami juga akui hal itu,” kata JG, saat sharing dengan sejumlah wartawan, belum lama ini.
Dikatakannya, ia bersama Wakil Bupati serta jajaran Pemkab Minut tetap terus berupaya memberikan yang terbaik, hanya saja ada sejumlah faktor yang membuat upaya tersebut terhambat.
Bahkan, disebutkannya ada kurang lebih 3 hal yang paling mencolok sebagai pengganjal JGKWL dalam upaya merealisasi visi-misi.
“Hambatan ini tak bisa kami tolak atau hindari, karena dampaknya bukan cuma pada kita di Kabupaten Minahasa Utara, tapi secara internasional. Itu adalah wabah COVID-19 awal tahun 2020 yang melumpuhkan semua sendi-sendi ekonomi,” ujarnya.
Visi-Misi JGKWL menuju Minut Hebat.
Lanjutnya lagi, belum benar-benar pulih dari hantaman tsunami COVID selama kurang lebih 2 tahun, di tahun 2022 sektor ekonomi kembali diguncang oleh inflasi yang merupakan imbas dari geopolitik dunia.
“Sama seperti COVID, walau perangnya terjadi di Eropa (Rusia vs Ukraina), namun dampaknya ke kita di Minut juga cukup besar, sehingga kebijakan anggaran pun banyak terseret pada upaya penanganan inflasi,” terangnya.
Alih-alih untuk survive, kata dia lagi, bumi Klabat (baca: Kabupaten Minut) kembali dihantam persoalan cukup serius yakni rentetan bencana awal tahun 2023 yang bukan hanya di satu wilayah.
“Baru-baru ini siapa akan menyangka banjir bandang akan terjadi di desa Klabat? Di saat yang sama, pos anggaran kita untuk penanganan bencana sudah terkuras akibat bencana besar awal tahun kemarin,” tuturnya.
Oleh karena itu, lagi-lagi ia tak menampik kalau pihaknya belum benar-benar merealisasi apa yang jadi janji politik saat tahapan kampanye tahun 2020 lalu.
“Yang kami lakukan saat ini adalah bagaimana memaksimalkan semua program yang sudah disusun di tengah-tengah situasi ekonomi yang belum benar-benar stabil,” sebutnya.
Meski begitu, ia mengaku masih boleh sedikit tersenyum karena ada beberapa upaya yang dilakukan di momen-momen sulit ini, membuahkan catatan manis.
“Salah satunya adalah nilai rata-rata inflasi kita adalah yang paling rendah di Sulut. Bahkan angka rata-rata nasional,” sebutnya.
“Begitu juga dengan realisasi investasi yang masuk ke Sulut, Kabupaten Minut jadi yang tertinggi bahkan unggul jauh dibanding empat belas Kabupaten Kota lain. Termasuk mengungguli perolehan pemerintah provinsi,” tambahnya.
Karenanya, ia masih terus berharap dukungan masyarakat Minut terhadap JGKWL tetap maksimal di sisa periode ini.
“Sebab bisa dipastikan bahwa capaian yang sudah kita bikin selama ini, tak pernah lepas dari support semua elemen masyarakat,” kuncinya.