Gubernur Tak Ada di Poster Pesta Rakyat, Warga: “Meriah Itu di Musik, Bukan di Kursi VIP!”

Manado, KOMENTAR.ID

Jagat maya Sulawesi Utara (Sulut) mendadak riuh rendah, bukan karena harga rica (cabai) yang naik, melainkan karena poster Pesta Rakyat 2 yang akan digelar 8 November 2025. Poster yang bertabur bintang, mulai dari Judika hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kini menjadi bahan ‘sampel’ perbincangan hangat.
Pasalnya, di antara puluhan wajah artis dan tokoh nasional, netizen jeli tidak menemukan foto Gubernur Sulut.

Read More

Sebuah unggahan satir dari platform berita lokal yang mempertanyakan, “Pesta Rakyat Sulawesi Utara Tanpa Gubernur, Meriahkah?” langsung memicu berbagai reaksi jenaka dari masyarakat.
Salah satu suara yang paling kencang terdengar datang dari pengamat sosial media humoris, yang dikenal dengan nama “Om Sampel”. Opini Om Sampel yang viral di berbagai grup WhatsApp dan Facebook, seolah mewakili suara hati rakyat jelata.

“Ini hari Om Sampel pe timeline ribut sekali. Samua ba posting itu poster Pesta Rakyat 2,” tulis Om Sampel dalam catatannya yang diterima redaksi, Sabtu (25/10).

“Om Sampel lia, artisnya memang bukan main. Ada Om Judika yang kalau menyanyi urat leher so mo putus, ada juga yang musiknya ‘jedag-jedug’ itu. Mantap! Tapi, tiba-tiba ada yang tanya, ‘Kenapa Bapatua (Gubernur) nda ada?’”
Perdebatan pun bergeser. Alih-alih mempertanyakan alasan ketidakhadiran, publik yang diwakili suara Om Sampel justru mempertanyakan balik: “Memang pengaruh?”
Menurut pandangan Om Sampel, kemeriahan sebuah acara rakyat tidak diukur dari panjangnya daftar sambutan pejabat.

“Ngana (kamu) pigi ke sana itu mo ba-apa? Mo nonton Judika teriak ‘Aku yang tersakiti’ atau mo dengar sambutan ‘Yang terhormat, hadirin sekalian’?” tanyanya retoris.

“Kalo Om Sampel sih, lebih pilih Judika!” tegasnya.
Opini jenaka ini menyoroti bahwa yang membuat acara meriah adalah tiga hal: artis yang mumpuni, sound system yang menggelegar, dan semangat penonton yang hadir.

Bahkan, Om Sampel berkelakar bahwa acara tersebut berpotensi lebih meriah tanpa pidato yang bertele-tele.

“Malah, jangan-jangan ini acara bisa jadi lebih meriah? Kenapa? Karena mungkin nda pake lama!” guraunya. “Mungkin rundown-nya langsung: MC Buka -> Artis Tampil -> Artis Tampil Lagi -> Pulang dengan hati gembira. Nda ada jeda panjang untuk pidato.”

Hingga berita ini diturunkan, fokus warga Sulut tampaknya sudah jelas. Perdebatan soal poster hanya menjadi bumbu penyedap. Fokus utamanya tetap pada tanggal 8 November di Kawasan Pohon Kasih, di mana kemeriahan akan ditentukan oleh teriakan penonton, bukan oleh siapa yang duduk di kursi VIP.

“Ini Pesta Rakyat. Meriah atau tidaknya itu pesta, ada di tangan torang yang datang,” tutup Om Sampel.

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts