Tahuna, KOMENTAR.ID
Momen luar biasa mewarnai kedatangan kapal layanan kesehatan bergerak, atau ambulance laut bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Jumat sore (24/10/2025).
Hal ini karena selain ditumpangi langsung Bupati Michael Thungari dan rombongan saat bertolak dari Manado, ketika tiba pun di dermaga mini Tahuna Beach Hotel, juga mendapat jemputan secara adat.
Kehadiran ambulance laut ini juga termasuk viral beberapa hari ini, baik sejak penyerahan sehari sebelumnya di Manado, yang dilakukan secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, hingga kedatangannya di Tahuna sore tadi sekitar pukul 17.00 Wita.
Karena cukup viral, terutama di media sosial, kini ada berbagai tanggapan netizen maupun pendapat warga, mengingat selama ini Sangihe sudah memiliki puluhan kapal bantuan, namun nyaris semuanya rusak tidak terpelihara dan nasibnya hanya berakhir di Rawa Tahuna dan di beberapa tempat lainnya.
Seperti pendapat akun FL dalam postingan di Grup Facebook PPSNU 2025-2030, mengingatkan untuk menyiapkan alokasi biaya maintenance kapal, supaya bisa bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Sangihe dalam jangka panjang.
Akun RT juga menyebut, semoga bermanfaat untuk rujukan berobat masyarakat di kepulauan.
Akun JP juga mengomentari hal positif dengan menulis, semoga kapal layanan kesehatan ini bisa di jaga dengan baik dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, sehingga kapal ini akan terpakai dalam jangka waktu yang lama.
Selain tanggapan positif, ada juga netizen yang melontarkan nada kritis namun konstruktif.
“Harus disediakan biaya maintenance supaya menunjang pengoperasian kapal, karena biasanya kalau sudah lama, cuma jadi barang rongsokan di rawa towoe,” komen akun NE.
“Mudah-mudahan nasib kapal tidak sama dengan kapal-kapal bantuan yang sudah jadi bangkai di mulu aer towoe,”tulis akun FS.
Terlepas beragam tanggapan, Pemkab Sangihe diharapkan jangan lagi melakukan kesalahan yang sama, dimana selama ini terkesan ada sikap masa bodoh dan melakukan pembiaran terhadap aset kapal-kapal bantuan yang rusak.
“Melihat dari tanggapan netizen, saya kira di era keterbukaan ini masyarakat sudah menilai dan melihat sendiri nasib kapal-kapal bantuan, sehingga jangan heran jika ada beragam tanggapan atas postingan kehadiran ambulance laut ini,”ungkap Ketua PPWI Sangihe, Fentje Janis.
“Namun saya optimis diera pemerintahan baru ini, kejadian-kejadian sebelumnya tidak akan terulang, apalagi bantuan kapal kali ini sangat bermanfaat untuk layanan kesehatan warga pulau dan disertai dengan dana operasional sekitar Rp 1 miliyar,” ujar Fentje. {PeyKID}






