“Pasukan Khusus” Stabilitas Harga, Kisah Sunyi Perumda Pasar Manado di Balik Peluncuran Kios TPID

Manado, KOMENTAR.ID

Peluncuran Kios Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Bersehati oleh Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara beberapa waktu lalu disambut sebagai langkah tegas menjaga daya beli masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru. Namun, di balik seremonial kebijakan strategis ini, terdapat medan perjuangan yang senyap, tempat gejolak antara visi makroekonomi dan realitas ekonomi mikro terjadi.

Read More

Di garda terdepan gesekan itu berdiri Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado.

Kios TPID hadir dengan misi mulia: menjual komoditas pangan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk menekan lonjakan harga. Namun, di mata ratusan pedagang pasar tradisional yang hidup dari margin harian, Kios TPID seketika dilihat sebagai kompetitor tidak adil yang mengancam mata pencaharian mereka.

“Mereka (pedagang) melihat kami sebagai musuh yang merusak harga. Padahal, tujuan mulia Gubernur adalah menyejahterakan semua, termasuk mereka,” ungkap seorang pejabat internal Perumda Pasar yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan ketegangan awal.
Perumda Pasar Manado mendapati diri mereka terhimpit.

Di satu sisi, mereka adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah yang wajib menyukseskan program TPID. Di sisi lain, mereka adalah pengayom utama para pedagang, tulang punggung pasar yang menjadi sumber nafkah ribuan keluarga. Gesekan itu nyata: bisik-bisik protes, penolakan, bahkan ancaman pemboikotan pasokan sempat menjadi “ranjau” yang harus diurai.

Perjuangan Sunyi “Pasukan Khusus” Perumda
Dalam situasi genting ini, Perumda Pasar Manado bertindak layaknya “Pasukan Khusus” Stabilitas Harga. Mereka tidak bertempur dengan senjata, melainkan dengan komunikasi, empati, dan solusi operasional yang cerdas.

Tim Perumda bergerak cepat, mengadakan dialog intensif dari lorong ke lorong pasar. Mereka tidak hanya menyampaikan pesan kebijakan, tetapi mendengarkan keluh kesah pedagang. Perjuangan utama mereka adalah mengubah narasi: Kios TPID bukan untuk “mematikan”, melainkan untuk “menguatkan” dengan menawarkan pasokan murah.

Perumda Pasar Manado kemudian menjadi jembatan solusi paling efektif. Mereka mengadvokasi dan memfasilitasi mekanisme agar Kios TPID berfungsi sebagai penyalur grosir murah bersubsidi mini bagi para pedagang di pasar itu sendiri.

“Kami pastikan pedagang pasar kami dapat akses prioritas. Mereka bisa beli di bawah HET, lalu mereka jual ke masyarakat dengan harga stabil. Jadi, keuntungan mereka terjaga, dan tujuan inflasi tercapai,” jelas Direktur Utama Perumda Pasar Manado, dalam sebuah pertemuan koordinasi.

Perjuangan mereka berlanjut dengan pengawasan ketat. Tim lapangan Perumda, dari pagi hingga siang, memonitor harga dan kepatuhan. Mereka memastikan pedagang yang telah menikmati pasokan murah tidak menaikkan harga sesuka hati. Ini adalah tugas “sekolah negosiasi” setiap hari: menyeimbangkan hak ekonomi pedagang dengan kewajiban publik terhadap harga wajar.
Sentuhan Khusus untuk Gubernur Sulut

Langkah-langkah taktis dan heroik yang dilakukan Perumda Pasar Manado ini adalah cerminan dari komitmen teguh untuk menjaga keharmonisan Sulut. Jika program pengendalian inflasi adalah otak dan jantung kebijakan, maka Perumda Pasar Manado adalah tangan dan kaki yang berlumuran keringat di lapangan.

Upaya ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan upaya keras tim Perumda untuk menjaga agar visi mulia Bapak tidak kandas di tengah gejolak kepentingan. Berkat perjuangan dan manuver Pasukan Khusus Perumda Pasar Manado, potensi konflik di lapangan berhasil dieliminasi, dan tujuan awal telah kembali ke jalurnya: Kios TPID kini diterima sebagai Mitra, bukan Musuh.

Perumda Pasar Manado telah berhasil mengubah api protes menjadi semangat kolaborasi, membuktikan bahwa stabilitas harga tidak hanya dicapai melalui kebijakan moneter, tetapi juga melalui kerja keras, empati, dan keahlian manajemen konflik di jantung ekonomi rakyat.

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts