Bitung, KOMENTAR.ID
Badan Kepegawaian Nasional (BKN RI) terinformasi mengeluarkan kajian rekomendasi kepada pemerintah Kota Bitung terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN pada Pilkada November 2024.
Hal ini pun dibenarkan oleh Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bitung, Jackson Ruauw.
“Iya benar, Pak Wali (Kota) telah menerima beberapa rekomendasi dari BKN terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN,” Ruauw, Senin (3/2/2025).
Ia memastikan jika rekomendasi ini sudah dalam tahap diproses sebagai wujud atensi wali kota dalam menegakkan disiplin terhadap abdi negara atau ASN.
“Saya pastikan ini akan ditindaklanjuti sampai tuntas. Dan saat ini tim pemeriksa sudah action,” ujar mantan Juru Bicara Pemprov Sulut ini.
Di satu sisi, ia juga menyebutkan jika kasus tersebut bukanlah produk wali kota dan jajarannya, melainkan tindaklanjut terhadap laporan masyarakat yang disampaikan ke Bawaslu.
“Artinya, kami hanya merespons apa yang direkomendasikan oleh BKN,” tegasnya membantah opini-opini miring yang hendak menggiring bahwa Wali Kota suka cari kesalahan.
Terpisah Aktivis Muda, Donald Rumimpunu, menegaskan jika pelanggaran yang sudah melalui proses kajian yang matang harus dieksekusi sebagaimana perintah Undang-Undang.
Menurutnya, jika hal ini tidak dilaksanakan maka Pemkot Bitung dan Wali Kota akan mendapat sangsi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Oleh karena itu rekom ini wajib hukumnya untuk di tindak lanjuti dan jika terbukti bersalah pecat,” tegas Rumimpunu.
Lanjut dia, terkait isu dan postingan oleh salah satu akun Facebook yang terkesan mengancam tim pemeriksa dengan mencatut pimpinan baru, ia mengingatkan agar tim pemeriksa tidak perlu takut dengan oknum yang tidak berkepentingan dalam proses tersebut.
“Tidak perlu takut dengan ancaman oknum yang tidak ada kaitannya dengan pemerintahan tegakan aturan karena kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” kuncinya.
Sekadar diketahui, kasus dugaan netralitas ASN ini telah menyeret lebih dari 20 abdi negara di Pemkot Bitung.
Kabarnya, ada 9 orang yang mendatangi kediaman calon Gubernur, Elly Lasut, kemudian berfoto bersama pada saat tahapan Pilkada November 2024 lalu sedang bergulir.
Selain 9 ASN tersebut, ada juga 13 ASN yang mendatangi kediaman calon Wali Kota, Hengky Honandar, lalu berfoto bersama dan mengangkat 2 jari sebagai tanda dukungan ke Paslon nomor 2.
Mereka di antaranya memiliki jabatan, jabatan pimpinan tinggi (JPT), administrator dan pengawas serta pelaksana.
[VM]






