Minut, KOMENTAR.ID
Meski tidak memberi dampak berlebihan, namun tren kasus DBD di beberapa wilayah di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di Sulut, sempat mengalami kenaikan di periode April dan Mei tahun 2023. Di antara tren peningkatan ini, wilayah Likupang terbilang paling menonjol.
Pasalnya, di bulan Maret tercatat hanya 2 kasus. Periode berikut yakni bulan April melonjak cukup signifikan yakni menjadi 17 kasus. Tidak stop di situ, bulan berikutnya juga mengalami tren serupa dengan angka yang lebih tinggi lagi yakni 28 kasus.
Kepala Puskesmas Likupang, dr Stefanus Lembong, ikut membenarkan hal ini.
Menurutnya, tren peningkatan kasus pada bulan April dan Mei tidak terlepas dari siklus 5 tahunan.
“Kita bersyukur di bulan ini (Juni 2023), untuk sementara menunjukkan tren penurunan kasus,” kata dr Stefanus, Kamis (15/6/2023).
Catatan sementara ini, sambung dia, menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan tim Puskesmas bekerja sama dengan pemerintah desa berjalan baik.
“Di satu sisi, tidak bisa dipungkiri jika program JGKWL yang dicetuskan Pak Bupati dan Wakil Bupati juga ikut mempengaruhi penurunan kasus DBD sejauh ini,” ujarnya.
Dijelaskannya, dengan ditingkatkannya kerja bakti oleh pemerintah desa, potensi-potensi berkembang-biaknya nyamuk Aydes Agipty jadi semakin berkurang.
“Ketika wadah-wadah yang berpotensi menampung air sehingga jadi tempat nyamuk DBD berkembang-biak sudah disingkirkan, teror DBD semakin diminimalisir,” terangnya.
Oleh sebab itu, ia berharap program JGKWL terus dioptimalkan di setiap wilayah.
“Akan lebih baik kalau program ini tidak hanya terfokus di satu titik lokasi saja, namun lebih luas lagi dengan melibatkan semua elemen masyarakat,” sarannya sembari menyebutkan, fogging atau pengasapan bukanlah alternatif utama terhadap masalah DBD.
“Yang paling pokok adalah perilaku hidup sehat dari masyarakat. Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak. Maka dari itu, bersih-bersih lingkungan sekitar sangat perlu,” kuncinya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minut, dr Stella Safitri, M.Kes, terus mengingatkan para kepala Puskesmas untuk tetap pro aktif di lapangan.
“Saya minta teman-teman selalu responsif terhadap setiap keluhan masyarakat. Jangan nanti sudah diperhadapkan dengan masalah serius, baru bereaksi,” imbaunya sembari mengapresiasi kinerja Puskesmas yang menurutnya sejauh sangat memuaskan.
Sekadar diketahui, selain di Puskesmas Likupang, tren peningkatan kasus di bulan April dan Mei juga terjadi Puskesmas Kolongan dan Puskesmas Talawaan, meski persentasenya tergolong kecil.
Sementara, Puskesmas yang mencatat zero kasus ialah Airmadidi, Batu, Mubune serta Tinongko.
[kid/ein]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.