Manado, KOMENTAR.ID
Tidak bisa dipungkiri jika SMPN 11 Manado yang terletak di Kelurahan Sumompo, Kecamatan Tuminting, telah jauh berbenah. Di bawah komando Kepala Sekolah Drs Enoch T Saul, sekolah yang dahulu terstigma sebagai ‘tempat pembuangan’ itu, kini telah menjadi salah satu yang terkemuka di Kota Manado.
Bahkan, dalam hal penerapan lembaga pendidikan berbasis budaya lokal, SMPN 11 Manado merupakan yang terdepan. Nah, apa rahasia di balik perubahan nyata di sekolah yang belum lama ini ikut terdampak bencana banjir dan tanah longsor itu.
Kepsek Enoch ketika dimintai tanggapan, menyebutkan semua diawali dengan niat serta komitmen bersama.
“Memang tidaklah mudah mengubah sesuatu yang sudah lama terpola, tapi dengan komitmen bersama yang dilakukan bertahap, kita boleh lakukan itu semua,” kata Enoch yang kini masih dipercaya sebagai Ketua MKKS SMP Kota Manado ini.

Dikatakannya lagi, sebagai tindak lanjut dari tahapan mengorbitkan guru hebat dan profesional, pihaknya telah melaksanakan penandatanganan perjanjian kinerja.
“Tidak ada yang terkecuali, baik ASN, THL serta honorer sekolah, semua diharuskan tanda tangan perjanjian kinerja,” sebutnya.
Adapun yang jadi sasaran kegiatan ini yakni:
1. Peningkatan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.
2. Peningkatan prestasi siswa.
3. Kualitas pendidikan dasar meningkat.
4. Meningkatnya pengembangan nilai budaya.
5. Manajemen pelayanan pendidikan dasar makin berkualitas.
6. Bebas perundangan dan pungutan liar.
7. Terwujudnya peningkatan kompetensi guru.
8. Terwujudnya disiplin dan tanggung jawab guru.
“Jadi, tidak ada alasan bagi semua yang terkait dalam penandatanganan perjanjian kinerja ini untuk kemudian tidak merealisasikan apa yang sudah jadi komitmen bersama,” kunci salah satu guru sekaligus Kepsek berprestasi di kota Tinutuan ini.
Sekadar diketahui, sebelumnya SMPN 11 Manado menjalin kerjasama dengan UNIMA terkait pengembangan sekolah berbasis budaya lokal.
[***/ein]






