Manado Darurat Penikaman dan Sajam, Kapolresta Manado Didesak Dicopot karena Dinilai Gagal Menekan Kriminalitas

Manado, KOMENTAR.ID – Maraknya kasus penikaman dan tindak kekerasan menggunakan senjata tajam (sajam) di Kota Manado kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Berulangnya kejadian serupa di berbagai lokasi membuat sejumlah kalangan menilai kondisi keamanan di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut sedang tidak baik-baik saja.

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai kasus penikaman terjadi di sejumlah wilayah Kota Manado. Meskipun sebagian besar pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian, masyarakat menilai langkah penegakan hukum yang dilakukan belum mampu memberikan efek jera maupun menekan angka kriminalitas secara signifikan.

Terbaru, aksi penikaman kembali terjadi di kawasan pusat Kota Manado, tepatnya di depan Jumbo Swalayan. Peristiwa yang terjadi di lokasi yang dikenal ramai dan padat aktivitas masyarakat itu semakin menambah kekhawatiran warga. Pasalnya, aksi kekerasan tersebut terjadi di ruang publik yang setiap hari dipadati pengunjung, pedagang, dan pengguna jalan.

Warga menilai kejadian di depan Jumbo Swalayan menjadi bukti bahwa pelaku kejahatan semakin berani beraksi, bahkan di tengah keramaian dan pusat aktivitas masyarakat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan patroli keamanan yang dilakukan aparat di kawasan-kawasan rawan.

“Kalau sudah terjadi di pusat kota dan di tempat yang ramai, tentu masyarakat menjadi takut. Ini menunjukkan bahwa persoalan kriminalitas harus mendapat perhatian serius,” ujar seorang warga yang ditemui di kawasan pusat kota.

Selain kasus terbaru tersebut, sejumlah insiden penikaman, pengeroyokan, dan penganiayaan menggunakan senjata tajam juga sempat terjadi di beberapa titik di Kota Manado. Fenomena ini memunculkan anggapan bahwa peredaran senjata tajam di kalangan tertentu masih menjadi persoalan yang belum tertangani secara maksimal.

Sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis menilai Polresta Manado perlu melakukan langkah luar biasa untuk menekan angka kriminalitas. Patroli rutin, razia senjata tajam, serta pendekatan preventif di lingkungan masyarakat dinilai harus diperkuat guna mencegah munculnya korban berikutnya.

Meningkatnya kasus-kasus kekerasan jalanan tersebut juga memunculkan kritik terhadap kinerja jajaran Polresta Manado. Di media sosial maupun diskusi publik, mulai muncul desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Polresta Manado apabila kondisi keamanan tidak segera membaik.

Menurut mereka, keberhasilan mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan memang patut diapresiasi, namun yang lebih penting adalah kemampuan aparat dalam mencegah terjadinya tindak pidana.

Masyarakat menilai ukuran keberhasilan bukan hanya banyaknya pelaku yang ditangkap, melainkan menurunnya angka kriminalitas di tengah masyarakat.

Desakan evaluasi terhadap Kapolresta Manado pun semakin menguat. Sejumlah pihak berpendapat bahwa apabila kasus penikaman dan kejahatan jalanan terus berulang tanpa adanya penurunan yang signifikan, maka pimpinan kepolisian di wilayah tersebut perlu dievaluasi oleh institusi yang berwenang.

Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas dan konkret agar Kota Manado tidak semakin dikenal sebagai daerah yang rawan aksi kekerasan. Warga menginginkan rasa aman saat beraktivitas di jalan, pusat perbelanjaan, maupun tempat-tempat umum lainnya tanpa dihantui ancaman penikaman dan tindak kriminal yang semakin meresahkan.(johnla)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts