Manado, KOMENTAR.ID
Kasus penikaman yang merenggut nyawa seorang sopir angkutan kota (angkot) kembali mengguncang Kota Manado, Sabtu (6/6/2026) siang. Insiden berdarah yang diduga dipicu persoalan asmara itu berakhir tragis setelah korban mengalami luka tikam fatal dan meninggal dunia. Kedua pelaku yang diketahui merupakan kakak beradik akhirnya menyerahkan diri kepada pihak kepolisian beberapa jam setelah kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula dari perselisihan yang berkaitan dengan seorang perempuan. Ketegangan antara korban dan para pelaku diduga telah berlangsung sebelumnya hingga memicu pertengkaran. Situasi yang semula hanya adu mulut berubah menjadi aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.
Dalam kejadian itu, korban yang berprofesi sebagai sopir angkot mengalami sejumlah luka tikaman di bagian tubuhnya. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun akibat luka yang cukup parah, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Usai kejadian, aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. Tekanan dari proses pencarian yang dilakukan petugas membuat kedua pelaku akhirnya memilih menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pihak kepolisian kemudian mengamankan kedua pelaku guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain mengumpulkan keterangan saksi, penyidik juga mendalami motif utama yang melatarbelakangi aksi penikaman tersebut.
Kasus ini kembali menambah daftar tindak kekerasan yang dipicu persoalan pribadi dan berujung hilangnya nyawa seseorang. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan serta menyerahkan setiap persoalan hukum kepada aparat yang berwenang.
Saat ini, kedua pelaku telah berada dalam pengawasan kepolisian dan terancam dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara lengkap.(jhn)






