Kabur dari MSA, Dua Perempuan Penipu Ini Mencuri Database dan User untuk Mendirikan Perusahaan Abal-abal

Manado, KOMENTAR

Tindakan dua perempuan bernama Joice Lomban dan Desy Buntuan yang kabur dari kantor PT Millenium Star Avia (MSA) dan memuat berita hoaks di sejumlah media masa mendapat tanggapan balik dari pengacara MSA Alfian Boham SH.

Desy dan Joice memuat materi berita hoaks di media tentang penahanan ijazah teryata berawal dari kelakuan Desy yang meminjam uang Rp10 juta dari Owner MSA dengan jaminan ijazah dan tenaganya. Tapi penawaran jaminan ijazah itu tidak ditanggapi owner MSA, Aike Rakian. Desy menerima transferan Rp10 juta lalu ijasahnya dikirim sendiri ke kantor tanpa sepengetahuan owner.

Belakangan mulai muncul dugaan pinjaman Dessy tersebut untuk mendirikan perusahaannya sendiri PT Debu Digi Cipta. Ia disinyalir mencuri database , sistem dan termasuk user plus membajak karyawan MSA.

Setelah membangun perusahaan, Desy mulai mengangkat isu penahanan ijasah.

“Sampai saat ini kami tidak pernah lihat ijasah itu. Ngapain juga tahan barang yang tidak bisa dijadikan uang. Nggak ada nilainya,” ujar Audie Goni dan Aike Rakian, owner MSA, di kantor MSA, Selasa siang. Diduga ijasah yang tidak diminta itu, dibawa sendiri oleh Dessy Buntuan.

“Dessy sebetulnya perempuan yang tidak tahu diri. Setelah pinjam uang, dia memviralkan orang yang memberinya pinjaman tanpa jaminan apa-apa,” ujar Audy.

Dengan serangkaian tudingan serampangan di sosmed dan media massa, kuasa hukum MSA yakin Joice Lomban dan dan Desy Buntuan adalah dua perempuan penipu yang bekerja di MSA, lalu mencuri database, sistem dan user perusahaan untuk membangun perusahaan kompetitor sendiri. Ironisnya, baik Joice maupun Desy membangun perusahaannya sendiri tapi dengan cara menduplikasi secara diam-diam sistem, dan user milik MSA. Setelah mencuri dan membangun perusahaan kompetitor bernama PT Debu Digi Cipta milik Desy Buntuan dan PT Joice Love Blessing, keduanya memakai serikat pekerja dan media untuk mencemarkan nama baik owner MSA.

“Tujuannya mereka untuk menjatuhkan MSA,” kata Aike.

Mereka menggunakan tangan serikat untuk mendatangi kantor MSA, berpose bersama di depan kantor MSA tanpa diundang.

“Mereka yang mengundang, mereka yang datang ke kantor MSA. Giliran tidak diterima bilang tidak kooperatif. Emang mereka siapa? Disnaker bukan. Polisi juga bukan,” ujar Alfian Boham.

Baik Desy maupun Joice sama – sama menipu publik dengan memberikan informasi sesat ke media bahwa ada insiden penyekapan, tidak ada BPJS, gaji tidak sesuai UMP dan penahanan ijazah.

Setelah dimintai konfirmasi ternyata, gaji keduanya tertinggi di kantor plus makan minum dan tepat tinggal, tidak ada penyekapan, tapi ada orang disuru mengaku disekap.

Sementara BPJS, karena status keduanya belum dikontrak, karena belum satu tahun kerja dan ijazah yang dibilang ditahan sudah dibawa kabur oleh Desy sendiri. “Kami akan menempuh jalur hukum untuk melaporkan tindakan pencurian database dan user klien kami yakni MSA,” pungkas Alfian. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts