Hukum Tua Bije Sukses Bangun Desa Darunu? Awal Tahun Sudah Ada Lima Rombongan Study Banding yang Datang

Hukum Tua, Ruddy B. Jacobus, bersama perangkat desa serta tokoh adat sedang berfoto di area pintu masuk Darunu Mangrove Park.

Minut, KOMENTAR.ID

Kepemimpinan Hukum Tua (Kepala Desa), Ruddy B Jacobus, SPd, NL.P, dalam menakhodai desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), sepertinya layak mendapat apresiasi.

Bukan tanpa alasan, semenjak dipercaya jadi Hukum Tua, desa Darunu masih jauh dari hitungan. Bahkan, arah pembangunannya pun terbilang tidak jelas. Namun, yang terjadi hari ini nyaris berbalik 180 derajat.

Belum genap 3 tahun memimpin, Bije sapaan akrab Hukum Tua, mampu menghadirkan warna cerah desa Darunu.

Desa Darunu kini mulai menonjol dibanding desa-desa yang lain di Kecamatan Wori. Salah satu yang paling primadona ialah pengembangan sektor pariwisata.

Diketahui, semenjak memutuskan untuk menjadi desa pariwisata sekitar 2 tahun silam, gaung desa Darunu kini makin menguat.

Bukan hanya di skala lokal, namun telah merambah sampai ke manca negara. Ini dibuktikan lewat kunjungan sejumlah pelancong asing baik itu dalam tujuan berwisata maupun dalam rangka study sebagaimana dilakukan sejumlah akademisi lingkungan dari China, tahun 2024 kemarin.

Nah, kini di awal tahun ini, Hukum Tua Bije kembali menerima rombongan studi komparasi. Bukan hanya satu, namun ada lima rombongan yang datang dalam periode waktu yang berbeda.

Mereka adalah rombongan Pemerintah  Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Desa Sesiwung Kecamatan Manganitu Kab Kepulauan Sangihe, SMA Negeri 1 Tondano serta Pemerintah Kecamatan Teminobuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat.

“Puji Tuhan, awal tahun ini desa kami (Darunu) kembali boleh jadi destinasi kunjungan studi banding beberapa rombongan dari daerah-daerah yang berbeda mulai dari Gorontalo, Riau, Nusa Utara (Sangihe), Tondano bahkan Papua,” kata Bije, Selasa (28/1/2024).

Ia mengaku, kunjungan tersebut menjadi sebuah kehormatan yang sangat besar baik kepada pemerintah desa maupun masyarakat.

“Di satu sisi, ini juga jadi tantangan bagi saya sendiri selaku hukum tua, serta perangkat desa untuk terus menghadirkan inovasi-inovasi terbaru sehingga desa Darunu makin dikenal serta mampu menghadirkan kesan positif bagi setiap pengunjung,” ujarnya.

“Namun, paling tidak, sejauh ini kami boleh melihat serta membuktikan bahwa usaha dan kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Desa wisata Darunu makin dikenal dan mulai jadi destinasi kunjungan,” tambahnya.

Meski begitu, ia pun tak menampik jika capaian hari ini tak pernah lepas dari support sejumlah pihak, termasuk di dalamnya ialah Bupati Joune JE Ganda dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Minut.

“Termasuk juga beberapa instansi pemerintah terkait serta tentu Bank SulutGo yang terus membantu,” ungkapnya.

Ia pun berharap, progres positif yang terus dibuat ini, mampu mendorong peningkatan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat yang terus digenjot.

“Kita sudah mulai tahap demi tahap, dan semoga boleh mencapai tujuan sebagaimana diharapkan,” kunci Alumni Fakultas Ekonomi UNIMA ini.

Sekadar diketahui juga, bahwa tanggal 31 Januari 2025 nanti, Desa Wisata Darunu akan menggelar pesta adat Tulude tingkat Kabupaten.

Jadi, selain menyaksikan keunikan atraksi budaya masyarakat Nusa Utara, para hadirin juga boleh menikmati pesona hijau hutan Mangrove.

Dan tentu, bisa mendapat kesempatan melihat sekaligus mencicipi cita rasa oleh-oleh khas desa wisata Darunu yakni keripik Mangrove.

[ein/kid]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts