Manado, KOMENTAR.ID
Jumlah produksi air bersih di Kota Manado menurun drastis.
Data Pemkot Manado menyebut, produksi air bersih PDAM saat ini berada di level 500 liter per detik, dari sebelumnya 1.000 liter per detik.
“Dulu bisa menghasilkan air bersih 1.000 liter per detik, tapi sekarang sisa 500 liter per detik. Banyak kasus pencurian air di Manado. Banyak,” kata Walikota Manado Andrei Angouw dalam gelaran Konferensi Pers Pemerintah Kota Manado, di Teras Cafe Tikala, Rabu (25/01/2023).

Walikota mengatakan, statistik produksi air bersih seperti itu menyebabkan tingkat pelayanan kepada masyarakat menjadi kurang optimal.
“Kurang lebih hanya 64 persen yang terlayani. Sebab banyak sambungan bocor, dicuri dan sebagainya. Tapi ini akan kita benahi,” tegas walikota.
Di satu sisi ia menjelaskan, Kota Manado saat ini memiliki 25 ribu sambungan air bersih dari potensi 100 ribu rumah sambungan ke depan.
“Dalam waktu dekat akan coba ditingkatkan dari 25 ribu sambungan menjadi 40 ribu sambungan dengan kualitas pelayanan yang lebih baik tentunya. Target kita ke depan sampai 100 ribu rumah dialiri air bersih PDAM dengan kualitas air yang baik,” katanya.
Selain membenahi kualitas jaringan air bersih, sektor pelayanan juga menurutnya akan ditingkatkan.
“Kita akan berupaya pelayanan bisa 24 jam ke semua tempat. Sekarang air bersih tidak semua tempat dilayani 24 jam, seperti di Wilayah Alandrew Malalayang, di sana hanya jam-jaman. Pemkot akan benahi IPA di Krida dan lainnya, akan meningkatkan kualitas ketersediaan air bersih di Manado. Kita akan investasi sehingga diharapkan akhir tahun akan ada pendapatan Rp2 miliar,” tukas Andrei Angouw.
Turut mendampingi walikota dalam konferensi pers, Wawali dr Richard Sualang, Sekkot Micler Lakat, Kadis Kominfo Erwin Kontu serta dipandu Ketua APM Steven Rondonuwu.
[kid/yha]






