Mantan Karyawan Pecatan Sebut VN yang Mengendalikan PT Renata Jaya Mandiri, Minta Penyidik Cocokan Buku Kas Umum dan Keterangan RR

Situasi kebersihan Pasar Manado di tahun 2021 silam. (Dok. KID)

Manado, KOMENTAR.ID
Dua mantan karyawan pecatan PD Pasar Manado meminta penyidik Polda Sulut agar tidak termakan keterangan pembelaan depan penyidik yang menyatakan bahwa VN tidak pernah mengendalikan vendor atau PT Renata Jaya Mandiri. Dalam sebuah potongan chatingan ke kantor redaksi, lelaki RB menegaskan VN yang membawa masuk PT Renata Jaya Mandiri ke PD Pasar Manado tahun 2021 untuk bertindak sebagai Vendor kebersihan. Kemudian VN memanggil lelaki RR untuk bekerja sebagai operator kepala kebersihan. Penjelasan BR ini bermaksud agar tidak ada alasan lagi Polda kekurangan bukti.

“Tidak ada istilah kekurangan bukti. Penyidik kan sudah sita Buku Kas Umum PD Pasar Manado. Tinggal dicocokkan dengan keterangan RR. Itu kan jelas ketahuan double pembayaran yang Rp225 juta itu,” ungkap BR.

Sebelumnya RR diperiksa penyidik pada Selasa lalu.

RR yang merupakan mantan kepala operator menjalani pemeriksaan berjam-jam di ruangan penyidik Tipikor.

Kepada KOMENTAR.ID, lelaki RR menjelaskan dirinya hanya diminta keterangan soal keuangan yang keluar dari kantong PD Pasar untuk tujuan membayar vendor.

Sumber resmi karyawan pecatan yang lain membocorkan, biaya vendor tiap bulan Rp225.000.000. Anehnya, setelah membayar vendor, terdapat juga payroll tenaga kebersihan sebesar Rp225.000.000, nilai yang sama dengan biaya vendor. Uang sejumlah itu ditransfer ke rekening perempuan DS alias Diana yang merupakan bagian keuangan vendor.

“Ini kan aneh, kebersihan yang mana lagi yang harus dibayarkan. Kan sudah ada vendor,” jelas sumber tersebut.

Sumber yang sama mempersoalkan, vendor tersebut ternyata tidak memiliki armada pengangkut. Ironisnya, armada yang disiapkan PD Pasar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dilaporkan seolah-olah milik PT Renata Jaya Mandiri.

“Itu masalah. Bayar vendor tapi armada ditanggung pemerintah. Dan Polda harus usut secara tuntas,” tegas sumber.

Lanjut, lelaki RR yang diperiksa berjam – jam mengatakan, mereka mengalami potongan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp250.000 tiap bulan.

“Yang menjadi masalah, kami tidak mendapatkan hak kami. Kan sudah dipotong,” singgung RR.

Dalam kasus korupsi ini, nama Legislator Manado VN disebut sebagai pihak paling bertanggung jawab terhadap kerugian negara.

“Karena dia yang membawa PT Renata Jaya Mandiri, vendor di tahun 2021-2022. Perusahaan orang lain, tapi dia yang menjalankan proyek kebersihan di periode itu. Saya cuma diajak bekerja,” tutup RR.

Dan yang paling parahnya perusahaan tersebut ternyata datang dengan tangan hampa. Tidak punya armada pengangkut sampah, berlagak mampu, dan hanya berharap mobil sampah Dinas Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup dan armada PD Pasar sendiri.

“Memalukan. Tapi itu perbuatan VN,” singkat RR. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts