Darurat Kekeringan dan Kebakaran, Status Tanggap Darurat Manado Diperpanjang 14 Hari

Oplus_131072

Manado, KOMENTAR.ID

Kebijakan ini diambil menyusul masih adanya dampak kekeringan di wilayah kepulauan serta meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Donald Sambuaga, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan serius, terutama terkait pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak.

Data BPBD mencatat, sebanyak 2.751 jiwa atau 919 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Bunaken Kepulauan terdampak kekeringan.Selain persoalan krisis air bersih, ancaman kebakaran juga menjadi perhatian. Sepanjang Oktober 2026, tercatat sebanyak 116 kejadian kebakaran hutan, lahan, maupun alang-alang di wilayah Kota Manado.

Oplus_131072

Perpanjangan status tanggap darurat ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan langkah penanganan dan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau.

Dua persoalan utama yang membutuhkan perhatian adalah memastikan distribusi air bersih menjangkau seluruh warga terdampak, serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran lahan.

BPBD bersama instansi terkait diharapkan terus meningkatkan koordinasi dan respons di lapangan agar dampak kekeringan maupun kebakaran tidak semakin meluas.

Dengan perpanjangan status darurat selama 14 hari, masyarakat berharap penanganan bencana tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga mampu menjamin kebutuhan dasar warga dan melindungi lingkungan dari ancaman kebakaran.

Pemerintah Kota Manado memperpanjang status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem dan musim kemarau Tahap II selama 14 hari.

[kid/adv]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts