Tiga Wartawan Misterius Bombardir SPBU Tateli usai Ditolak Meminta Pertalite

Dua pelaku tertangkap CCTV SPBU saat meminta Pertalite secara gratis. Kepada pengelola mereka mengaku wartawan. (ist)

Manado, KOMENTAR.ID
Perbuatan tidak terpuji dilakukan tiga pria di SPBU Tateli, Minahasa pada Jum’at 9 Oktober 2026 sekitar pukul 11 : 04 WITA, pekan lalu. Tiga pria misterus ini mengaku diri sebagai wartawan di pengelola SPBU. Mereka meminta pengelola SPBU untuk memberikan minyak jenis Pertalite secara gratis. Namun beberapa saat setelah permintaan ditolak, ketiganya memuat berita hoaks mengenai mafia BBM subsidi di SPBU tersebut.

“Berita ini tidak sesuai kondisi, hanya karena oknum wartawan tidak dikasi BBM, dan kondisi SPBU tidak / belum masuk Pertalite. Pemerasan dengan modus di beritakan di medsos adalah hoax,” ujar Manajer SPBU Tateli Yohanis Taliawo, Selasa siang.

Ia menjelaskan, ada pelaku yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor sempat memantau kondisi SPBU.

Namun pihak pengelola enggan menanggapi karena tidak ada suplai Pertalite saat itu.

“Setelah mereka pergi datang satu motor berboncengan yang sempat menyapa Pertalite nda ada kang, jadi dugaan Kendaraan motor ini yang membuat postingan di maksud,” terang Taliawo.

Ia pun menunjukan video kondisi SPBU saat naik postingan di medsos persis Lambe Kawanua Official pada hari Jum’at 9 oktober 2026 sekitar pukul 11 : 04 WITA.
Ia menceritakan, sebelum postingan naik di medsos lambe kawanua official ada tiga orang mengaku wartawan datang meminta BBM Pertalite. Hanya saja pada Jum’at itu Pertalite belum masuk ( tidak ada bbm Pertalite).

” Dan SPBU dalam kondisi sepi. Jadi kami tidak memberikan bbm, berapa jam kemudian. Postingan naik di medsos,” ujar dia.

Taliawo meminta pelaku jurnalistik agar tidak menjadikan SPBU sebagai okyek pemerasan karena sangat mengganggu para pekerja dan pengusaha.

“Karyawan kami juga butuh kenyamanan kerja, ” pungkas Taliawo. (*)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts