Komisi IX DPR RI dan BPOM Edukasi 300 Warga Soal Obat dan Makanan Aman di Karombasan

Manado, KOMENTAR.ID

Sebanyak 300 warga mengikuti kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertema “Edukasi Obat dan Makanan Aman: Komitmen Bersama Komisi IX DPR RI dan BPOM di Manado untuk Perlindungan Masyarakat” yang digelar di Aula Ateta Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Jumat (5/6).Kegiatan yang diprakarsai Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki HKY Karombasan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Manado.Peserta yang hadir terdiri dari umat Katolik Paroki HKY Karombasan dan masyarakat lintas agama yang antusias mendapatkan edukasi mengenai pentingnya keamanan obat dan makanan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat.Dalam pemaparannya, Felly Estelita Runtuwene menjelaskan peran Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan BPOM dalam bidang kesehatan masyarakat, pengawasan obat dan makanan, serta perlindungan konsumen.“Kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan yang baik, tetapi juga oleh kesadaran kita dalam memilih obat dan makanan yang aman. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin cerdas, kritis, dan terlindungi dari produk-produk yang berpotensi membahayakan kesehatan,” ujar Felly.Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat serta dukungan Paroki HKY Karombasan yang telah membuka ruang edukasi publik bagi warga lintas agama.“Kami berharap sinergi antara DPR RI, BPOM, tokoh masyarakat, dan lembaga keagamaan dapat terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan terlindungi,” tambahnya.Sementara itu, Kepala BBPOM di Manado, Hermanto, S.Si., Apt., MPPM, bersama tim memberikan edukasi praktis mengenai cara mengenali obat dan makanan yang aman, pentingnya memeriksa izin edar, tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan produk, serta kewaspadaan terhadap produk ilegal yang masih beredar di masyarakat.“Kami mengajak masyarakat menjadi konsumen yang cerdas. Jangan mudah tergiur oleh iklan atau harga murah. Selalu lakukan pengecekan sebelum membeli dan mengonsumsi produk. Perlindungan masyarakat akan semakin kuat apabila seluruh elemen masyarakat turut menjadi pengawas bagi dirinya sendiri dan lingkungannya,” kata Hermanto.Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait keamanan pangan, obat tradisional, suplemen kesehatan, hingga mekanisme pelaporan apabila menemukan produk yang diduga ilegal atau tidak memenuhi standar keamanan.Ketua Kaum Bapak Katolik Paroki HKY Karombasan, Engel Koagouw, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komisi IX DPR RI dan BBPOM Manado yang telah memilih paroki tersebut sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan edukasi.Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar sosialisasi kesehatan, melainkan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang semakin sadar, sehat, dan bertanggung jawab.“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Felly Estelita Runtuwene dan Tim BPOM Manado atas perhatian dan kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Koagouw.Ia menambahkan bahwa sinergi yang terbangun melalui kegiatan ini sejalan dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Manado Tahun 2026, yakni Gereja Berjalan Bersama Pemerintah.“Gereja tidak berjalan sendiri. Gereja hadir untuk bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam memperjuangkan kebaikan bersama. Melalui kegiatan ini, kami mewujudkan semangat APP 2026, yaitu Gereja berjalan bersama pemerintah demi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen seluruh peserta untuk menyebarluaskan informasi yang benar mengenai keamanan obat dan makanan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.Melalui kegiatan ini, Kaum Bapak Katolik Paroki HKY Karombasan menunjukkan bahwa komunitas keagamaan tidak hanya berperan dalam pembinaan iman, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan literasi kesehatan, membangun kesadaran publik, serta memperkuat budaya hidup sehat demi terwujudnya masyarakat yang sehat, terlindungi, dan sejahtera.

[kid]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts