Manado, KOMENTAR.ID
Perayaan May Day di Sulawesi Utara yang dilaksanakan Senin, 4 Mei 2026 di Taman Kesatuan Bangsa Kota Manado, diwarnai dengan kekecewaan ratusan buruh.

Betapa tidak, dari informasi yang diterima, ratusan buruh yang hadir ini tidak menerima makanan dan bahkan sampai Selasa (5/5/2026) hari ini, tidak menerima paket sembako sesuai dengan yang dijanjikan panitia pelaksana yang diketuai Lucky Sanger, salah satu Staf Khusus Gubernur Sulut.
Padahal hajatan yang spektakuler ini dengan dipadati sekitar 2000 massa, sebelumnya diketahui mendapat dukungan penuh pemerintah Provinsi Sulut.
Rencana kehadiran massa ini sudah diketahui panitia pelaksana, hanya saja disaat pelaksanaan kegiatan, ratusan buruh yang hadir tidak mendapatkan makanan.
“Payah ini panitia pelaksana, sebab kami datang jauh-jauh dan meninggalkan pekerjaan kami, setelah itu dibiarkan tidak mendapat makanan,” keluh sejumlah peserta yang hadir dibawah panasnya terik matahari saat itu.
Demikian pula, sejumlah peserta yang hadir pada saat itu mengaku tidak menerima paket sembako yang dijanjikan Panitia Pelaksana.
“Setelah kegiatan tidak ada tanda-tanda adanya pembagian sembako, cuma ada secara simbolis. Kemudian sampe hari ini (Selasa,red), tidak ada kabar tentang hal itu,” ucap para buruh.
Padahal dari informasi yang diterima, Gubernur Sulut, Kapolda Sulut bahkan Walikota Manado membantu menyumbangkan ribuan paket Sembako ini.
Untuk itu, sejumlah buruh meminta pihak kepolisian menyelidiki dan memeriksa Panitia Pelaksana jika ada dugaan penyimpangan atau pun penyalaggunaan wewenang.
Sebab, ini sudah membuat keresahan bagi para buruh yang hadir dan teregistrasi.
Sebelumnya diakhir kegiatan May Day, Ketua Panitia Pelaksana, Lucky Sanger diatas panggung melalui pengeras suara, dia mengakui dan meminta maaf atas kelalaian panitia pelaksana sehingga banyak yang tidak mendapat makanan.
“Semoga tahun depan tidak akan terjadi seperti ini,” tutup Lucky.
[Kid/rol]






