Tahuna, KOMENTAR.ID
Taman Kota (Tamkot) Tahuna ramai lagi oleh Pagelaran Seni Budaya dan Bazar UMKM serta kuliner lokal.
Hajatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Daerah Sangihe ke-601 serta acara adat Tulude.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Melanchton Harry Wolff, membuka kegiatan ini tadi sore, Rabu (28/01/2025).
Dalam sambutannya, Sekda mengatakan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) harus dihadirkan karena merupakan fondasi utama pergerakan ekonomi masyarakat dan bagian penting dari ekonomi inklusif.
“Meski kontribusi UMK terhadap pergerakan ekonomi daerah masih relatif kecil—sekitar 0,62 persen atau kurang lebih Rp34 miliar per tahun—namun pertumbuhannya menunjukkan tren positif”ungkap Melanchton.
Sekda menyebut, UMK kini masuk tiga besar lapangan usaha penyumbang PDRB di daerah, dan menjadi sinyal baik, dan ke depan perlu kolaborasi lebih kuat lintas sektor, baik koperasi dan UMK, pariwisata, maupun perangkat daerah lainnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang selama ini konsisten mendukung berbagai program dan kegiatan pemerintah daerah. Tak lupa, Sekda memberikan penghargaan kepada para pelaku UMK yang terlibat aktif dalam bazar sebagai bagian dari perayaan HUT daerah.
Melanchton secara khusua mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara atas dukungan dan kolaborasi melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Program ini juga akan dirangkaikan dengan berbagai agenda lain, termasuk High Level Meeting yang dijadwalkan pada 30 Januari 2025 bersama Kepala Perwakilan BI.
“Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Masukan dan saran sangat kami harapkan untuk penyempurnaan pengembangan UMK ke depan,”ujarnya.
Sementara itu, Analis Junior Bank Indonesia, Tasyafah Alysa menyampaikan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan transaksi digital sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang penggunaan rupiah.
“Melalui kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah serta penggunaan QRIS dengan slogan Mari Jo Torang Pakai QRIS, kami ingin masyarakat semakin familiar dan inklusif terhadap sistem pembayaran,” jelas Alysa.
Ditambahkan, Bank Indonesia berkomitmen untuk memperluas jangkauan edukasi dan intervensi program di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
“Kedepan, BI berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat semakin erat demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. {PeyKID}






