Minut, KOMENTAR.ID
Kurang lebih 16 Kepala Keluarga (KK) di desa Talawaan Bantik, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), terisolir, Sabtu (22/3/2025).
Menurut Hukum Tua Talawaan Bantik, Aty Vera Ngangi, hal ini dikarenakan terputusnya jembatan yang merupakan akses penghubung utama di desa tersebut.
“Ada kurang lebih empat puluh delapan jiwa yang terdampak. Mereka adalah warga di jaga tujuh dan jaga tiga,” kata Ngangi.

Nampak kondisi jembatan gantung yang putus.
Sementara itu, Pemkab Minut, yang menerima informasi tersebut, langsung action dengan membawa paket bantuan. Penyaluran bantuan dipimpin langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Umbase Mayuntu.
“Bantuannya (Makanan siap saji) sudah kami serahkan, dengan harapan situasi ini akan segera pulih, sehingga masyarakat boleh kembali beraktivitas normal,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Joune JE Ganda, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada lagi, apalagi cuaca saat ini masih sering berubah-ubah.
“Yang tinggal di bantaran sungai, lereng-lereng serta daerah berbukit, sebaiknya menyingkir ke tempat yang lebih aman jika curah hujan masih tetap tinggi,” pintanya.
“Begitu juga yang berkendara, sebaiknya menepi terlebih dahulu, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (Pohon tumbang)” tutupnya.
Berikut Rincian Data Warga Terisolir di Desa Talawaan Bantik
Jaga VII: 14 KK (42 Jiwa)
Jaga III: 2 KK (6 Jiwa)
Total: 16 KK (48 Jiwa)
[ein/kid]






