
Manado, KOMENTAR.ID
LSM INAKOR Sulut menarik diri dari rencana menggelar aksi damai bertajuk Sulut Gelap, yang sudah tersebar dalam bentuk flyer di sejumlah WAG. Ketua DPD INAKOR Sulut Rolly Wenas mengatakan, pamflet yang beredar itu tidak terkonfirmasi secara pasti terlebih dahulu ke pihaknya. Tanpa mengurangi rasa hormat dan kepedulian elemen masyarakat termasuk LSM dan ormas yang bermaksud memberi atensi pada isu pencegahan dan pemberantasan korupsi, INAKOR memandang bahwa tajuk Sulut Gelap memberi kesan pesimisme masyarakat terhadap pemerintahan yang baru. Selain memang kondisi Ketua DPD Inakor Sulut Rolly Wenas sedang tidak baik-baik saja, Wenas bermaksud bahwa seyogyanya, aksi damai tidak perlu menduplikasi aksi-aksi mahasiswa di Jakarta yang pada akhir-akhir ini cenderung mengikuti keinginan oposisi. Lagi pula menurut Wenas, aksi damai kali ini tidak merujuk secara jelas dan detil isu yang akan disampaikan di ruang publik, tapi condong mengelaborasi isu Indonesia Gelap ke dengan tema Sulut Gelap.
Meski demikian Wenas secara pribadi tetap mendukung semangat antikorupsi yang membuncah dari dalam diri para demonstran.
“Saya minta pihak yang menerbitkan pamflet ini tarik logo Inakor karena dengan pertimbangan bahwa saya tidak akan ikut aksi demo. Saya juga dalam masa pemulihan usai sakit, saya tidak memberikan keluasan dalam bentuk tanda tangan maupun cap lembaga inakor untuk aksi ini. Saya tidak merespon/menyetujui akan judul materi aksi demo ini. Namun secara pribadi/pegiat anti korupsi saya mendukung semangat teman teman yang terjadwal kan akan turun kejalan untuk perjuangan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Lewat klarifikasi ini saya harap pihak yang mencantumkan logo inakor dapat menganulir dengan cara mencabut dan menghapusnya karena sekali lagi saya tidak akan ikut aksi turun ke jalan sesuai yang dijadwalkan. Segala konsekwensi bukan jadi tanggung jawab saya terkait logo dan kesetiaan inakor, karena saya tidak bersedia sebagai pimpinan Inakor di Sulut. Atas klarifikasi ini diharapkan semua jajaran inakor Sulut dapat menyesuaikan tetap diam dan jangan ada gerakan tambahan selain ada instruksi resmi dari saya selaku pimpinan tertinggi LSM di wilayah Sulawesi utara,” pesan Wenas ke redaksi KOMENTAR.ID. (kim)






