Manado, KOMENTAR.ID
Tak pernah berhenti berkarya, Sam Sianata (Liem Sian An) terus menciptakan, mengeksplorasi, dan menginspirasi.
Seniman sekaligus pendiri CEO Indonesia ini kembali mengejutkan dunia seni dengan merilis mahakarya terbarunya di awal tahun 2025. Lukisan berjudul Freedom Shirotol Mustaqim (Jalan Lurus Kebebasan) ini dibanderol dengan harga fantastis, yakni Rp 7 miliar.
Sam, yang akrab disapa Meneer Sam, menjelaskan bahwa karya terbarunya ini adalah masterpiece yang menggambarkan penderitaan dan kesengsaraan umat manusia akibat belenggu dosa.
Pesan ini disimbolkan melalui bentuk bulatan-bulatan abstrak yang menjadi elemen utama dalam lukisan tersebut, menggunakan cat akrilik pada kanvas berdimensi 60 cm x 80 cm, lukisan ini mengandung pesan religius mendalam.
Menurut Sam, karya ini menceritakan bagaimana Sang Maha Pencipta memberikan jalan perdamaian bagi manusia untuk kembali kepada-Nya melalui pengorbanan darah Anak Domba.
“Pengorbanan ini merupakan jalan lurus kebebasan bagi siapa saja yang percaya pada rencana penebusan-Nya,” jelas Sam.
Elemen tetesan darah yang digambarkan dalam karya tersebut memperkuat pesan ini, memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi penikmat seni.
Seperti karya-karyanya yang lain, seperti Go Green Taruparwa, My Smile, Tapak, dan Sang Raja Cinta, lukisan Freedom Shirotol Mustaqim kembali menuai perhatian luas.
Lukisan ini bahkan selesai hanya dalam tiga hari, yang menurut Sam selaras dengan simbolisme kematian dan kebangkitan Nabi Isa AS dalam tiga hari.
Ciri khas Sam yang selalu memadukan seni lukis dengan seni musik juga hadir dalam karya ini. “Seni lukis dan seni musik menjadi satu kesatuan, menciptakan karya unik yang pertama dan satu-satunya di dunia,” pungkasnya.
Lukisan ini tidak hanya menjadi suguhan visual yang memikat, tetapi juga memberikan pengalaman multisensorial yang luar biasa.
[jhn]






