Minut, KOMENTAR.ID
Bukan rahasia lagi jika banyak kepala daerah yang kerap memanfaatkan proyek fisik untuk mendongkrak elektabilitas sekaligus meraup pundi-pundi uang. Namun, di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), hal ini nampaknya tidak berlaku.
Pasalnya, dalam beberapa kesempatan, baik Bupati Joune JE Ganda SE, MAP, MM, MSi maupun Wakil Bupati Kevin W Lotulung SH, MH, justru jarang sekali membahas soal proyek fisik.
Sebaliknya, ada 3 hal yang justru kerap kali terulang di sejumlah tatap muka baik dengan para kepala organisasi perangkat daerah maupun insan Pers.
Ketiga hal tersebut yakni stunting, inflasi serta ketahanan pangan. Hal ini turut dibenarkan Sekretaris Daerah Kabupaten Minut, Ir Novly G Wowiling MSi, saat coffee morning dengan insan Pers pos liputan Minut, Rabu (5/4/2023).
“Ya, penanganan stunting, inflasi serta ketersediaan pangan menjadi isu sentral dan mendapat atensi lebih dari Pak Bupati dan Wakil Bupati, selama ini,” kata Wowiling.
Bukan tanpa alasan, disebutkannya bahwa 3 isu ini memiliki keterkaitan langsung dengan keseharian masyarakat.
“Stunting misalnya, kenapa Pak Bupati memberi atensi lebih terhadap persoalan ini? Karena sudah jelas ini menyangkut masa depan daerah ini (Minut), sehingga kualitas generasi penerus harus benar-benar diperhatikan sejak saat ini,” ujarnya.
Bersyukur, sambung dia, data menunjukkan jika angka stunting di Minut terus menunjukkan penurunan yang sangat signifikan.
“Namun, berbagai upaya masih terus dilakukan pemerintah daerah agar Kabupaten Minut benar-benar terbebas dari stunting di masa mendatang,” sebutnya.
Begitu pula dengan inflasi, kata dia, bupati rutin mengikuti rapat dengan pemerintah pusat sehubungan dengan evaluasi serta koordinasi terkait pergerakan inflasi baik di daerah maupun skala nasional.
“Kita pun patut bersyukur kerja keras Pak Bupati dan Wakil Bupati masih terus memperlihatkan hasil positif di mana angka rata-rata inflasi Kabupaten Minut masih dalam kategori aman. Bahkan, lebih rendah dari rata-rata nasional,” sebutnya.
Menurutnya, ini menjadi catatan baik karena bisa disimpulkan jika kondisi ekonomi di bumi Klabat tergolong kategori baik.
“Ini tentunya patut dipertahankan guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Begitu juga dengan ketahanan pangan, sambung dia lagi, perlu dijaga karena memiliki hubungan erat dengan inflasi.
“Itulah sebabnya Pak Bupati all out mendukung program Marijo Batanam, karena salah satu tujuan penting adalah menjaga ketersediaan pangan. Selain itu, meminimalisir ketergantungan Kabupaten Minut terhadap pasokan pangan dari luar daerah,” terangnya.
Dengan terkawalnya 3 isu ini, diyakini roda pemerintahan di Kabupaten Minut akan berjalan lebih lancar.
“Sebaliknya, kalau tiga hal tadi tak teratasi, maka akan berdampak besar terhadap laju perkembangan daerah,” tutupnya sembari meminta dukungan dari semua elemen masyarakat.
[***/ein]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.