Minut, KOMENTAR.ID
Tak bisa dipungkiri jika dalam 1 tahun belakangan, Indonesia seperti dikepung bencana. Ragam musibah terjadi di berbagai tempat, tak terkecuali di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di Sulut.
Akhir Januari kemarin, sejumlah wilayah di Kabupaten Minut diporak-porandakan oleh musibah banjir bandang serta tanah longsor.
Terkait hal ini, Wakil Bupati Minut Kevin W Lotulung SH MH, menyebutkan jika rentetan bencana alam di bumi Klabat baru-baru ini telah mempertegas data yang disampaikan Presiden RI, Ir Joko Widodo dalam kegiatan Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2023 di Jakarta, akhir pekan kemarin.
“Kita perlu waspada karena perubahan iklim dunia telah berdampak pada naiknya frekuensi bencana alam di dunia,” kata Lotulung mengutip pernyataan Presiden.
Dikatakannya lagi, data menyebutkan jika Indonesia menempati negara 3 teratas paling rawan bencana di dunia.
Diketahui, frekuensi bencana di Indonesia naik 81 persen, dari 1.945 bencana di tahun 2010 menjadi 3.544 bencana di tahun 2022.
“Banjir, tanah longsor, gempa bumi serta bencana alam dan non alam lainnya. Termasuk letusan gunung berapi juga terjadi peningkatan signifikan,” ujarnya.
Oleh sebab itu, sambung dia, diperlukan kesiagaan dan kewaspadaan masing-masing orang.
“Memang kita tidak bisa menolak datangnya bencana tapi paling tidak kita boleh meminimalisir dampaknya lewat kesiap-siagaan kita,” kuncinya.
Sekadar diketahui, sejumlah wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Minut semakin berangsur pulih.
Tim Dinas Perkim sedang merampungkan data pemeriksaan secara detail terhadap ratusan rumah yang terdampak yang sebelumnya telah dilaporkan ke BPBD Kabupaten Minut.
[***/ein]






