Tahuna, KOMENTAR.ID
Sejak dicanangkan Penjabat Bupati Rinny Tamuntuan jelang akhir tahun lalu, Program Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Mahi’e Mesuang (Mari Menanam) dalam rangka antisipasi ancaman krisis pangan dan inflasi terus bergaung dan dimaksimalkan instansi teknis maupun organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan di daerah.
Dan khsus Dinas Pertanian (Distan) Daerah Sangihe sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Golfried Pella, pasca pencanangan gerakan Mahi’e Mesuang melalui penanaman perdana bantuan sosial penanggulangan dampak inflasi di Sangihe akhir tahun 2022 lalu di Kecamatan Tahuna Barat, kini para kelompok tani (Poktan) di berbagai kampung tengah mempersiapkan lahan untuk mulai menanam.
“Bantuan sosial ini telah diberikan kepada 20 Poktan yang tersebar di berbagai Kecamatan, dengan bantuan senilai Rp 25 juta per Poktan, dan sesuai dengan surat perjanjian kerjasama dengan petani, uang tersebut dibelanjakan untuk pembelian benih hortikultura dan pupuk,”ungkap Golfried.
Lanjut dia, pada akhir Desember lalu semua Poktan sudah bergerak membeli benih hortikultura dan pupuk dan saat ini Poktan sementara mempersiapkan lahan.
“Ada dua kelompok yang sudah menanam, dan yang lain masih mempersiapkan lahan. Dipastikan pada bulan depan semua kelompok sudah akan melakukan penanaman,”ujarnya.
Ditambahkan, pihak Distan akan melakukan monitoring lapangan terkait perkembangan program Mahi’e Mesuang dan penyuluh pertanian akan melakukan pendampingan bagi Poktan.
“Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan Distan Provinsi, ada kemungkinan Kabupaten Sangihe akan kembali mendapatkan bantuan dari Provinsi, karena kami telah memasukan beberapa proposal permintaan bantuan tanaman hortikultura dan juga bantuan peternakan,”tutup Golfried.






