Pasca Bencana 27 Januari 2023, Likupang Selatan Aman, Kecamatan Wori Masih Butuh Bantuan

Minut, KOMENTAR.ID

Kegiatan penanganan pasca bencana banjir dan tanah longsor di beberapa titik di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus memperlihatkan progres positif. Sejumlah wilayah sebelumnya terdampak, kini berangsur pulih.

Read More

Hal ini turut diiyakan Sekretaris Daerah Kabupaten Minut, Ir Novly Wowiling, Senin (6/2/2023).

“Untuk saat ini kita fokus di Kecamatan Wori khususnya di desa Tiwoho,” kata Wowiling.

Dikatakannya, di Kecamatan Wori terdapat beberapa titik yang terkena dampak cukup parah dibanding dengan wilayah lainnya.

“Akses jalan menuju desa Talawaan Atas yang terputus akibat longsor, puji Tuhan sudah bisa dilalui. Dan kini kita sedang fokus di Tiwoho yang mengalami dampak cukup parah,” ujarnya.

Meski begitu, ia menyebutkan untuk progres penanganan pasca bencana di desa Tiwoho sudah di atas 70 persen.

“Selain membersihkan lumpur serta material longsor yang terseret banjir bandang lalu, kita juga sedang berupaya memenuhi kebutuhan air bersih,” terangnya.

Camat Wori, Endru Palandung, ikut membenarkan hal ini. Dikatakannya, sarana penunjang kebutuhan air bersih mengalami kerusakan yang cukup parah akibat terjangan banjir bandang.

Namun demikian, ia mengaku berterima kasih kepada PDAM Minut yang gerak cepat melakukan pemenuhan kebutuhan air bersih.

Lumpur memenuhi jalan utama di deda Tiwoho saat bencana sedang berlangsung.

“Memang belum sepenuh tercover, tapi paling tidak pasokan air bersih menggunakan mobil tangki telah banyak membantu warga yang terdampak,” ungkapnya.

Sebenarnya, kata dia, di desa Tiwoho terdapat mata air yang sangat memadai untuk menunjang ketersediaan air bersih, hanya saja akses ke lokasi mengalami kerusakan cukup parah.

“Sehingga solusinya satu-satunya saat ini ialah pasokan dari luar,” sebutnya.

Disinggung soal bantuan, ia mengaku masih sangat membutuhkan, khususnya bagi warga terdampak di Tiwoho.

“Kalau wilayah lain (di Wori) sudah bisa dikategorikan aman, tapi kalau di Tiwoho, masih sangat butuh,” akunya.

Ditanya soal jumlah rumah yang terdampak, disebutkannya, ada 2 masuk kategori rusak berat.

“Sebagian besar masuk kategori ringan hingga sedang, sementara rusak berat ada dua unit,” bebernya sembari mengaku masih terus menginventarisir dampak yang sudah ditimbulkan.

Terpisah, Camat Likupang Selatan, David F Talumantak, menyebutkan jika situasi di wilayah yang terdampak bencana sudah aman.

“Kalau di Likupang Selatan ada desa Batu dan Werot, tapi sudah aman,” akunya.

Menurutnya, tidak ada yang mengalami dampak para, dan sebagian besar warga sudah beraktivitas seperti biasa.

“Kalaupun masih ada yang bersih, itu tinggal satu dua orang. Sebagian besar sudah pulih,” kuncinya.

[***/ein]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts