Tahuna, KOMENTAR.ID
Tidak hanya fokus pada tugas pengamanan laut saja, Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna juga turut mewaspadai ancaman lainnya di pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga Philipina, yakni ancaman abrasi.

Tak heran, baru-baru ini dalam kegiatan Bantuan Sosial (Baksos) dan Kesehatan di pulau terluar Marore, yang merupakan kerja sama Pemkab Sangihe dan TNI AL, Penjabat Bupati Sangihe Rinny Tamuntuan bersama unsur Forkopimda juga turut melakukan penanaman 200 pohon mangrove di pantai Lendongan III Kampung Marore.
Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Mohamad Bayu Pranoto SH MTr Hanla MM CTMP ketika menyampaikan sambutan, mengakui jika ancaman abrasi di pulau terluar turut menjadi perhatian serius Mabes TNI AL, dan untuk mengantisipasi ancaman dimaksud, Mabes TNI AL menurunkan program unggulan penanaman mangrove.
“Penanaman Mangrove ini merupakan program unggulan Mabes TNI di pulau terluar, karena selain mengantisipasi abrasi dan ancaman ombak, Mangrove juga menjaga kualitas udara serta menjaga ekosistim lingkungan perairan,”ujar Bayu.
Sementara itu Penjabat Bupati Rinny Tamuntuan dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas kerja sama yang tercipta antara TNI AL dan Pemkab Sangihe, baik pada kegiatan Baksos dan Kesehatan maupun kegiatan penanaman Mangrove.
Bahkan terkait tanaman Mangrove ini kata Rinny, tidak hanya baik untuk mencegah abrasi dan keseimbangan ekosistim, tapi memiliki nilai ekonomis karena masyarakat dapat memanfaatkan untuk pembuatan sirup.
“Ternyata tanaman mangrove ini boleh dibuat minuman seperti sirup dan dapat membantu perekonomian masyarakat,”ungkap Rinny
“Semoga kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan mangrove akan semakin tinggi, sehingga pelestarian alam juga turut terjaga,”tambah Rinny.






