Tahuna, KOMENTAR.ID
Takjil atau kuliner berbuka puasa kembali hadir di Kepulauan Sangihe seiring dengan suasana bulan suci Ramadhan, dimana umat Islam tengah melaksanakan ibadah puasa.
Dan terpantau sejak beberapa hari ini, Gerai Takjil paling banyak tertumpuk di Kelurahan Tidore Kecamatan Tahuna Timur berjumlah kurang lebih 50 Gerai.
Sontak, kehadiran Gerai Takjil ini pun turut menjadikan suasana Kelurahan pemilik warung terbanyak di Sangihe tambah ramai.
Menariknya, para pemburu Takjil yang datang ke Tidore tidak hanya dari kalangan Muslim, tapi dari non Muslim juga tak ketinggalan berjubel membeli sambil menikmati ramainya suasana kelurahan yang penduduknya mayoritas beragama Islam.
Tokoh Masyarakat Tidore Juraid Rumiki yang tak sengaja bertemu di salah satu Gerai Takjil mengatakan, kehadiran Gerai Takjil turut meramaikan perputaran uang di Tidore selaku kelurahan bisnis di Sangihe
“Jika dihitung rata-rata omzet per gerai sekitar Rp 1 juta per hari, berarti ada kisaran Rp 50 juta setiap sore uang yang berputar di Tidore,” ujar pria yang juga dosen di AKP Tahuna.
Sementara itu mantan Lurah Tidore, Arif Janis ditemui terpisah mengatakan, biasannya pembeli maupun Gerai Takjil akan bertambah ketika memasuki 10 hari bulan puasa.
Pria yang kini telah menjabat Kepala Pelabuhan Petta, juga mengakui kehadiran Gerai Takjil ikut menambah ramainya bisnis kuliner di kota Tahuna, apalagi Kelurahan Tidore merupakan area kuliner teramai di Sangihe.
“Dengan adanya Gerai Takjil turut meramaikan bisnis kuliner di kota Tahuna, sebab yang datang membeli bukan hanya warga Tidore, tapi warga lainnya yang non Muslim dari tempat lain juga ikut memburu Takjil,” kata Arif
“Tidore memang kelurahan bisnis, warganya memiliki jiwa dagang yang dibuktikan dengan ada 213 warung-warung kecil di Tidore yang jaraknya hanya berdekatan satu dengan lainnya,”sambung Arif.






