Bupati MT dalam giat ground breaking jalan lose
Tahuna, KOMENTAR
Bagi yang pernah datang ke Puncak Wisata Lose pasti tahu betul kondisi jalan tanah liat berbatu kurang lebih 157 meter yang belum diaspal selama 7 tahun.
Konon, gara-gara kondisi jalan licin yang cukup berbahaya, apalagi ketika cuaca hujan, kawasan wisata Puncak Lose perlahan mulai ditinggalkan pengunjung, hingga imbasnya kuliner warga yang cukup ramai ikut gulung tikar.
Sebetulnya upaya untuk melanjutkan pembangunan jalan Lose yang masuk riuas jalan Kampung Bowongkulu menuju Kampung Lenganeng, sudah diupayakan sejak dibangun tahun 2017 hingga berlanjut ahun 2022 ketika pimpinan daerah beralih dari mantan Bupati Jabes Gaghana ke Penjabat Bupati Rinny Tamuntuan, namun upayanya tetap sia-sia, sebab kawasan jalan Lose ternyata masuk kawasan hutan lindung, yang notabene butuh ijin khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup jika ingin jalan dilapisi aspal.
Perjuangan pembangunan jalan Lose sempat dilanjutkan oleh Penjabat Bupati Sangihe Rinny Tamuntuan bersama DPRD Sangihe, yang juga sempat berkunjung ke Lose melihat kondisi jalan, termasuk diback up oleh Ketua DPRD Sulut, Andi Silangen, suami dari Penjabat Bupati Rinny Tamuntuan, namun lagj-lagi Lose tidak bergeming, jalan tetap tidak bisa diaspal.
Kemudian, ditengah warga setempat dan warga langganan wisata puncak Lose pasrah jika perjuangan jalan Lose sudah tamat, tiba-tiba Bupati dan Wakil Bupati Sangihe terpilih, Michael Thungari-Tendris Bulahari (TUARI), hadir menjawab kerinduan warga.
Hanya dalam jangka waktu lima bulan TUARI bisa memperjuangkan jalan Lose bisa dilanjutkan pembangunannya, hingga tepatnya tanggal 3 Oktkober 2025, Pemkab Sangihe lewat giat Ground Breaking atau peletakkan batu pertama oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, memulai pelaksanaan proyek jalan Lose bebandrol Rp 594.500.000.
Mungkin ada yang penasaran dan bertanya, mengapa hanya dalam hitungan bulan TUARI bisa melanjutkan pembangunan jalan Lose ?, padahal sudah tujuh tahun tidak diijinkan pusat untuk pengaspalan dengan alasan Lose kawasan hutan lindung ?
Jawaban ini tentunya hanya ada pada duet TUARI, dan berikut ini simak penjelasan Bupati Michael Thungari.
Menurut Michael, memang tidak mudah
untuk bisa membangun jalan Lose, karena ini wilayah hutan lindung, sehingga baik perencanaanya maupun perijinannya bukanlah perkara yang sepele, dibutuhkan ketelitian, kesabaran koordinasi lintas sektor dan kerja keras yang konsisten.
*Namun berkat semangat kerja cerdas serta dedikasi ASN yang tergabung dalam tim kerja pengurusan penggunaan kawasan hutan, pengurusannya dapat diselesaikan hanya dalam waktu 5 bulan,”ungkap Michael.
“Terutama peran Pak Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) juga sangat luar biasa membantu dan memfasilitasi hingga ijin bisa keluar,” sambung Michael.
“Ini juga merupakan capaian yang luar biasa yang patut kita apresiasi bersama. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata ketika kita bekerja dengan sungguh-sungguh, penuh integritas dan senantiasa bersandar pada Tuhan, maka tidak ada hal yang mustahil,” pungkas Michael. {PeyKID}






