Tantang BKN RI, Diduga Ada Oknum Pemeriksa Kasus Netralitas ASN Perlambat Pemeriksaan

Bitung, KOMENTAR.ID

Tim pemeriksa 9 orang ASN yang disinyalir melanggar netralitas ASN pada Pilwako 2024 lalu sampai saat ini belum mampu menyelesaikan pemeriksaan.

Disaat bersamaan, tersiar kabar yang menyebutkan bahwa 9 ASN ini justru wara-wiri di Jakarta saat pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Bitung, 20 Februari kemarin.

Kabar ini kian diperkuat dengan beberapa foto yang berseliweran di media sosial.

Tidak heran jika kemudian publik mulai berspekulasi bahwa ada oknum-oknum dalam tim pemeriksa yang mencoba memperlambat bahkan mem-back up 9 ASN tersebut.

Menyikapi hal tersebut, aktivis Donald Vicky Rumimpunu mengecam akan adanya indikasi permainan oknum-oknum panitia pemeriksa. Dikatakannya, seharusnya tim pemeriksa mematuhi dan menindak lanjuti rekomendasi dari BKN RI yang merupakan dari bagian amanat UU bukannya justru mencoba mengabaikan rekomendasi tersebut.

“Saya juga melihat ada oknum-oknum (Pemeriksa) yang terkesan mengulur waktu merampungkan pemeriksaan. Dan jika dugaan ini benar, maka bagi saya ini adalah sebagai bentuk pembangkangan atau perlawanan terhadap BKN RI,” tuturnya.

Oleh karena itu, menurut dia sebaiknya BKN RI menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum-oknum yang ada di tim pemeriksa sebagai bagian dari upaya memberi efek jerah.

“Terhadap perintah Undang-Undang saja mereka berani membangkang apalagi terhadap kepemimpinan walikota (Hengky Honandar) dan wakil walikota, bukan tidak mungkin karakter birokrat seperti ini akan menjadi batu sandungan dalam pemerintahan nanti,” ujarnya.

Terpisah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bitung Kackson Ruaw saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (24/02/2025) mengatakan jika hasil pemeriksaan 14 ASN dalam kasus yang sama sudah dibawa ke BKN RI sambil menunjukkan bukti tanda terima laporan dari BKN RI.

“Laporan untuk 14 orang sudah kami bawah secara langsung ke BKN RI,” katanya singkat.

Namun, saat ditanyakan tanggapannya terkait pemeriksaan 9 orang ASN lainya, mantan Kabag Humas Pemprov Sulut ini enggan menjawab.

[VM]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts