Tahuna, KOMENTAR.ID
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sangihe mulai melakukan penertiban menyusul ada ribuan pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air.
Direktur PDAM Sangihe, Teguh Salainti mengatakan, akibat dari banyaknya tunggakan, PDAM Sangihe kini mengalami kerugian, termasuk berimbas pada terganggunya biaya operasional perusahaan.
“Kita sangat kesulitan membiayai operasional perusahaan termasuk gaji karyawan karena saat ini ada ribuan pelanggan yang menunggak,” ungkap Teguh.
Dijelaskan, dari jumlah pelanggan atau sambungan rumah yang menunggak berada di wilayah kota Tahuna, dimana dari 9000-an pelanggan terdapat 3000-an pelanggan yang sudah tidak aktif, sedangkan yang sisa 6000-an pelanggan hanya sekitar 60 sampai 70 persen yang membayar rekening.
“Untuk jumlah keseluruhan sambungan rumah ada sekitar 16.000, dan wilayah Tahuna yang paling banyak ada 9000-an. Coba bayangkan jika dari 9000-an ini yang tidak aktif 3000-an, lalu sisanya 6000-an pembayaran rekening hanya sampai 70 persen, tentunya perusahaan sangat rugi,” bebernya.
Ditambahkan, penertiban juga untuk memastikan jika yang 3000-an yang sudah tidak aktif benar-benar sudah putus sambungan atau ditenggerai terjadi pencurian air.
“Artinya jika ada 3000-an pelanggan yang sudah tidak aktif lalu mereka akan ambil air dari mana, tapi penertiban ini juga untuk memastikan saja,” tutupnya.
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.