Manado, KOMENTAR.ID – Politeknik Negeri Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah berkelanjutan yang digelar di Kantor Lurah Kairagi I, Kota Manado.
Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat dan menjadi bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen Politeknik Negeri Manado.
Program ini dipimpin oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado, Ir. Stevani Switly Peginusa, S.ST., M.T., bersama tim dosen yang terdiri dari Ir. Dian Puspita Sari, S.T., M.Ars. dan Leiny Ariesta Wenno, S.T., M.Eng.
Dalam sambutannya, tim pengabdi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari implementasi penerangan jalan umum berbasis tenaga surya yang sebelumnya telah dipasang di lingkungan Kairagi I.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang ramah lingkungan.

Selain menghadirkan inovasi teknologi, tim pengabdi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
Melalui sosialisasi ini, warga diajak untuk menerapkan prinsip 3R, yaitu Reduce (mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah), Reuse (menggunakan kembali barang yang masih layak), dan Recycle (mendaur ulang sampah menjadi produk yang bermanfaat).
Mewakili Pemerintah Kelurahan Kairagi I, Rina Wawon Esot menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Manado atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Sementara itu, pemateri Ir. Dian Puspita Sari, S.T., M.Ars. menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Menurutnya, selama ini sebagian besar masyarakat hanya membuang sampah tanpa memahami proses pengelolaannya setelah sampai di tempat pembuangan akhir.
Padahal, kebiasaan sederhana di rumah dapat memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan.”Melalui kebiasaan ramah lingkungan yang dimulai dari rumah, kita semua dapat berkontribusi menyelamatkan bumi. Kita memiliki harapan untuk masa depan, dan masa depan itu akan kita jalani di bumi yang harus tetap sehat dan lestari,” ujarnya.
Selain pengelolaan sampah, masyarakat juga diajak untuk menanam pohon sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan serta meningkatkan kualitas udara.
Edukasi ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan bersama.Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Politeknik Negeri Manado berharap budaya pengelolaan sampah berkelanjutan dapat tumbuh di tengah masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(Sinta)






