Manado, KOMENTAR.ID
Panggung kompetisi Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Utara mulai menggeliat lebih ketat. Jika sebelumnya nama Recky Langi dikaitkan dengan bakal calon tunggal, saat ini muncul nama Letjen TNI (Purn) Denny Tuejeh yang merupakan angkatan 88 bersama Mayjend (Purn) Yulius Selvanus Komaling.
Kemunculan nama Denny Tuejeh bukan tanpa dukungan. Saat ini ramai-ramai sejumlah kalangan baik dari elemen petani, akademisi, ekonom maupun para pengusaha ingin mendorong Denny Tuejeh untuk maju sebagai calon Ketua Kadin Sulut di Musyawarah Provinsi (Musprov) yang sebentar lagi akan digelar.
“Kami para petani kopra yang sudah lama menunggu konsep intervensi pemerintah dan Kadin untuk mengamankan komoditas sangat berharap Denny Tuejeh memimpin Kadin. Kami yakin, Denny Tuejeh punya kemampuan dan daya tawar dengan pemerintah khususnya Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling,” jelas Elvis Monigir, petani Nilam asal Bolmong.
Salah satu akademisi mengatakan, Denny Tuejeh yang paling berkualitas memimpin Kadin Sulut karena secara intelektualis sudah teruji konsep membangun dan membangkitkan UMKM daerah.
“Saya kira tidak perlu diragukan. Karena di Pilkada kemarin juga beliau sudah melempar ke publik untuk diuji,” tutur Cinta Naresy, dosen Etika Profesi sebuah perguruan tinggi swasta di Sulut.
Terpisah, salah satu pengusaha sukses yang juga pernah di barisan Kadin menyebut Denny Tuejeh memiliki pemahaman investasi dan mekanisme perdagangan yang baik. Ketenangan Denny Tuejeh untuk merancang program kerja dan mengeksekusi program juga dinilai salah satu faktor penting yang pada gilirannya akan sangat membantu pemerintah daerah dan masyarakat Sulut.
“Yang paling penting adalah komitmen untuk menyokong pemerintah di bidang ekonomi dan UMKM dengan terobosan baru. Istimewanya Kadin ke depan harus membantu petani yang memiliki komoditas ekspor,” terang pengusaha yang meminta namanya tidak perlu ditulis.
Mengenai dukungan masyarakat usaha ini, Letjen TNI Purn Denny Tuejeh belum memberikan tanggapan. Permintaan konfirmasi melalui WhatsApp belum dibaca hingga pukul 10.00 WITA. (kim)






