Manado, KOMENTAR.ID
Ketua Umum Asosiasi Kabasaran Seluruh Indonesia (AKSI) Stephen Liow atau yang lazim disapa Babe ikut berkontestasi di Pemilu Legislatif 2024. Babe mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) daerah pemilihan Minahasa – Tomohon.
Mengenakan atribut budaya Minahasa, Babe mendampingi DPD PSI saat memasukan daftar bacaleg di KPU Sulut, Minggu (14/5/2023) lalu.
Keputusan Babe terjun langsung di politik dan ingin berpartisipasi di parlemen karena dua hal yang sedang dihadapi masyarakat. Pertama, isu narkoba yang menyasar kehidupan generasi muda. Kedua, pentingnya pengembangan seni dan budaya.
“Dua tema ini sangat berkaitan erat dan saling mempengaruhi,” ujar Babe.
Dia mengutarakan, masifnya penyebaran narkoba terbukti merampas masa depan dan hak hidup generasi muda Sulawesi Utara.
Data yang disampaikan BNNP dan Pemprov Sulut pada bulan September 2020 misalnya, tingkat penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Utara menduduki peringkat 5 di Indonesia. Atau dengan angka prevalensi 1,71 persen dalam hal penyalahgunaan narkoba, dengan total 30.656 orang sebagai penyalahguna narkoba.
“Itu yang terdata. Jika semua kasus terungkap, mungkin angkanya bisa lebih mengerikan. Generasi kita akan hancur dalam beberapa tahun ke depan. Kita akan kehilangan generasi emas,” ujar Babe.
Menurut Babe, perlu komitmen kerja yang terprogram secara terstruktur dan berkesinambungan untuk mengubah energi generasi muda ke hal-hal yang lebih produktif-konstruktif. Paling relevan katanya, anak muda Sulut ditarik ke ranah pengembangan seni dan budaya.
“Mengaktifkan betul-betul peran dan kontribusi generasi muda kita di bidang seni-budaya. Kita punya kazanah seni-budaya yang sangat kaya. Nah seharusnya tidak hanya dipamer secara konvensional-tradisional. Tapi berkreasi ke tingkat yang lebih modern untuk menarik wisatawan domestik pun mancanegara sehingga meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Babe.

Ia mencontohkan konsep pengembangan pariwisata Bali, Labuah Bajo dan Sumba yang menampilkan identitas seni-budaya setempat.
“Anak muda diberi standar kompetensi, dilatih mempromosikan budaya lokal dan seni setempat. Lalu mereka tampil di semua pusat pariwisata dan aktivitas yang menjadi sasaran kunjungan wisatawan. Otomatis energi positif generasi kita akan terkonsentrasi pada hal-hal yang konstruktif, yang menjamin kehidupan masa depan mereka,” terang Babe.
Dua isu penting di atas menurutnya penting diperjuangkan melalui meja DPRD.
“Karena itu saya ini membawa aspirasi ini melalui perjuangan sebagai wakil rakyat dari PSI,” pungkas Babe. (kim)






