Lima Indikator Ini Mengukuhkan SK-DT Sebagai Paslon Paling Ideal Memimpin Sulut

Manado, KOMENTAR.ID

Pertarungan merebut kursi Gubernur Sulawesi Utara makin hangat. Semua kandidat terus menjajakan gagasan dan program unggulan. Di tengah kompetisi yang terus mengulik latar belakang dan kemampuan manajerial pemerintahan masing-masing paslon, pasangan Steven Kandouw – Denny Tuejeh yang paling populer diunggulkan. Duet politisi dan mantan militer ini dinilai lebih unggul karena pertimbangan sejumlah indikator yang merupakan variabel penting untuk membentuk pemerintahan yang kuat dan maju.

Pengalaman Steven Kandouw di pemerintahan-legislative dan kapabilitas Denny Tuejeh yang muncul dari disiplin militer menjadi kredit point jaminan bagi masyarakat untuk membangun pemerintahan yang kuat, disiplin pembangunan dan manajerial pemerintahan.

Tokoh masyarakat Sulut Firasat Mokodompit menyebut terdapat beberapa indikator yang dapat dipenuhi SK-DT.

  1. Kamatangan Mendesain Kebijakan Berbasis Keuangan

Steven Kandouw di mata masyarakat adalah sosok yang matang memahami rencana kebijakan dan postur anggaran daerah. Bekal pengamalan SK di pemerintahan saat ini dan legislatif di periode sebelumnya, Steven dapat dijamin akan mampu menjalankan program dan misi politik dengan sempurna. Secara

Pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey cukup populer dengan akselerasi dan pemerataan pembangunan. Kecepatan mengeksekusi pembangunan dan pemerataan ke daerah-daerah yang selama dua periode dilancarkan Olly Dondokambe menjadi kredit point Steven Kandouw yang merupakan tandem istimewa OD di pemerintahan.

Ada kekhawatiran publik jika kemudian tampuk pimpinan jatuh ke tangan yang tidak mengerti nadi pembangunan dan minus kapasitas memperjuangkan anggaran pusat.

SK dianggap sebagai belahan kepemimpinan yang lain atau sisi lain pemerintahan ODSK yang menurut statistik ilmiah berkelimpahan prestasi pengelolaan keuangan, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Itulah sebabnya mendukung SK sama halnya mempertahankan legacy atau warisan positif OD. Karena semua pencapaian OD dua periode terakhir adalah perjuangan kolegial bersama SK. Dalam hal ini SK sudah teruji,” ungkap Ketua LSM Inakor Sulut Rolly Wenas.

Kedua,

Posisi eksklusivitas politik SK

Keterbukaan dan komunikasi politik SK lintas partai dan parlemen menjadi nilai tambah terhadap kelancaran pemerintahan berikut.

Dalam sebuah wawancara terbuka dengan media masa, SK menegaskan, kunci pembangunan dan suksesnya pemerintahan harus memiliki sikap inklusif terhadap parlemen dan partai politik yang sungguh-sungguh bermaksud membangun Sulawesi Utara.

“Kita tidak boleh antikritik, tapi menerima semua masukan positif demi kemajuan Sulut. Dan terbukti hingga saat ini Sulut memang maju. Itu terpampang di statistik ilmiah. Baik pembangunan fisik, sumber daya manusia bahkan pertumbuhan ekonomi, sangat jelas kita lihat di database pemerintah. Karena apa? Karena pemerintah terbuka terhadap semua masukan-masukan yang motivasinya sungguh-sungguh memajukan daerah,” jelas SK.

Ketiga,

Kapabilitas dan penguasaan masalah daerah.

Selama 10 tahun atau dua periode mendampingi OD di pemerintahan, SK memiliki akurasi maping atau pemetaan yang jelas tentang konsep pembangunan Sulut.

SK dinilai memahami lebih detil dan terang benderang tentang skala prioritas pembangunan yang harus dieksekusi secepatnya.

Selain itu, ia juga kompeten menakar kemampuan keuangan daerah, potensi menarik anggaran pusat, mengembangkan sektor pajak dan pendapatan daerah yang pada gilirannya akan menunjang pembangunan fisik maupun nonfisik.

“Ini studi khusus yang tidak gampang. 10 tahun SK mempelajari itu. Dia punya kapalibitas. Banyak pemimpin berangan-angan membangun Sulut seperti tukang sulap, tapi tidak mengerti kemampuan anggaran dan kemampuan mengembangkan pendapatan daerah. SK sudah matang di urusan itu,” ujar Ketua PAMI Perjuangan Jefrey Sorongan.

Keempat,

Kemampuan jejaring nasional

SK menurut analisa PAMI Perjuangan, memiliki daya lobi tingkat nasional dan bahkan internasional. Kebiasaan merancang kerja sama internasional yang ditunjang jejaring nasional membuat SK akan lebih muda menarik investasi ke daerah.

Kelima

Intervensi pribadi.

Partisipasi pribadi SK tampak ketika dia menghibahkan tanah pad tahun 2019 silam untuk pembangunan rumah sakit di Minahasa. Selain membantu meringankan beban anggaran daerah, tindakan SK ini memberi pelajaran penting untuk kepala-kepala daerah di Indonesia.

“Ini sesuatu yang langka di pusaran kepala daerah. Saat kebanyakan kepala daerah terjebak mark up harga lahan dan kemudian berurusan dengan hukum, SK malah menghibahkan tanah dan tidak memetik keuntungan. Bukankah ini sikap seorang pemimpin yang pantas didukung?,” komentar Ketua INAKOR Sulut Rolly Wenas. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts