Manado, KOMENTAR.ID–
Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) sedang dilanda guncangan politik internal yang heboh. Di tengah kunjungan kerja Menteri ESDM yang juga Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada Rabu (29/10/2025), muncul sebuah drama politik yang sangat kentara.
Figur yang saat ini disoroti sebagai bintang utama adalah Tonny Hendrik Lasut (THL).
Sejak mendarat di Bandar Udara Sam Ratulangi subuh itu, THL sudah tampil sebagai pendamping eksklusif. Bukan sekadar menjemput, Lasut terlihat berada dekat di sisi Ketum dalam setiap agenda, mulai dari sambutan resmi hingga peninjauan proyek energi di Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa.
Gestur kedekatan tersebut sontak memantik beragam tafsir politik, terutama diinternal Partai Golkar Sulut.
Banyak pihak menilai, kedekatan yang kian terbuka antara Bahlil dan THL merupakan sinyal kuat dukungan politik bagi Ketua DPD 2 Partai Golkar Mitra itu untuk menahkodai Partai Golkar Sulawesi Utara.
Meski bernuansa pemerintahan, aroma politik terasa kuat. Beberapa pengurus Golkar daerah menilai, bahwa kebersamaan Bahlil dan THL bukan sekadar kebetulan.
Dalam politik, sinyal tidak pernah tanpa arah. Saat Ketua Umum turun ke daerah dan didampingi langsung oleh salah satu kader, itu jelas pesan simbolik. Gestur Bahlil yang hangat kepada THL, patut dibaca secara strategis.
Apalagi Bahlil dikenal selektif dalam menunjukkan kedekatan. Bila THL diberi ruang mendampingi langsung selama kunjungan, itu bukan hal sepele. Bisa jadi sinyal restu politik dari pusat untuk politikus Golkar asal Ratatotok, Kabupaten Mitra itu.
Dengan dinamika yang terus bergerak, THL kini menjadi figur muda yang paling diperhitungkan dalam peta politik internal Golkar Sulut. Publik tinggal menunggu waktu, apakah THL benar-benar akan menjadi wajah baru Partai Golkar Sulawesi Utara, di bawah restu langsung Bahlil Lahadalia.
Keintiman yang diperlihatkan Bahlil kepada THL ini bukan sekadar keramahan politik biasa. Dalam bahasa elite Golkar, ini adalah “Restu Senyap” yang diberikan secara terbuka.
“Ini skakmat yang elegan. Bahlil dikenal sebagai politisi yang sangat perhitungan. Ketika ia membiarkan seorang kader muda mendampingi secara total, itu adalah sinyal bahwa THL adalah pilihan pusat untuk menakhodai Golkar Sulut,” ungkap seorang pengamat politik lokal.
Apalagi disaat momentum HUT ke-61 Partai Golkar lalu yang digelar DPD 2 Golkar Mitra di Kecamatan Belang, THL sebagai Nakhoda Golkar Mitra melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan 4 ton sembako kepada ratusan masyarakat.
Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan instruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia untuk dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-61 Partai Golkar yang digelar serentak di seluruh daerah di Indonesia.
“Lewat pembagian sembako gratis ini, Partai Golkar ingin membuktikan bahwa kehadirannya bukan sekadar simbol politik, tetapi benar-benar hadir membawa manfaat bagi banyak orang. Dan dengan semangat kebersamaan di HUT ke-61 Partai Golkar ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara partai dengan masyarakat serta memperkuat komitmen Golkar dalam mengabdi untuk rakyat”, ujarnya.
THL sendiri ketika dimintai tanggapan terkait pertemuan dengan Ketum Bahlil, dirinya mengatakan kehadirannya atas undangan resmi untuk mendampingi Ketum yang juga sebagai Menteri ESDM sekaligus menitipkan pesan penting kepada seluruh kader partai.
“Pesan beliau jelas, saya diperintahkan untuk menjaga persatuan Partai Golkar di Daerah”, singkat THL.
Diketahui, kedatangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rangka sejumlah kunjungan kerja di Kecamatan Langowan Selatan, Desa Winebetan, Provinsi Sulut.
Agenda tersebut meliputi peninjauan proyek strategis energi, penyaluran instalasi listrik rumah BPBL, serta peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), bagian dari program nasional penguatan sektor energi di Sulawesi Utara.
[*/kid]






