Manado, KOMENTAR.ID
Langkah kontroversial Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Muhammad Isral dalam melepas barang bukti (babuk) mobil tanki solar subsidi DB 8712 CE, menuai kecaman keras. Praktisi hukum Sulawesi Utara, Vebry Tri Haryadi, secara tegas mendesak agar Pengamanan Internal (Paminal) Polda Sulut segera turun tangan mengusut dugaan pelanggaran prosedur yang mencoreng integritas institusi Polri.
“Saya mendesak Paminal Polda Sulut untuk periksa secara terbuka dan transparan AKP Isral. Jangan biarkan hukum dipermainkan demi kepentingan pribadi atau oknum,” tegas Vebry, Kamis (19/6/2025).
Diduga Ada Permainan Malam Hari
Kejanggalan demi kejanggalan mencuat dalam pelepasan mobil tanki milik pria berinisial DP alias Denny, warga Bitung, yang ditangkap karena dugaan penyalahgunaan BBM subsidi. Anehnya, babuk dilepas bukan di siang hari, melainkan secara diam-diam pada malam hari.
“Kenapa harus malam? Kenapa bos dari pemilik mobil justru bertemu langsung dengan Kasat Reskrim di kantornya saat malam pula? Apakah ini pertemuan pertama atau ada yang sebelumnya di luar kantor?” tanya Vebry penuh curiga.
Surat Lengkap? Siapa yang Verifikasi?
AKP Isral berdalih surat kendaraan sudah lengkap dan agen resmi dari Pertamina. Namun Vebry membantah mentah-mentah alasan tersebut. Ia mempertanyakan validitas dokumen yang ditunjukkan.
“Apakah surat itu asli atau palsu? Apakah sudah ada uji forensik dokumen? Apakah Pertamina pernah dipanggil untuk mengkonfirmasi keaslian surat? Ada BAP-nya? Bukti fotonya mana?” sentil Vebry.
Dugaan Intervensi Oknum “Bos”
Lebih menguatkan dugaan adanya ‘main mata’, pantauan media memperlihatkan sosok yang diduga kuat adalah bos pemilik tanki terlihat memasuki ruang kerja Kasat Reskrim pada malam hari dan berada di sana sekitar satu jam, sebelum akhirnya keluar lewat pintu belakang.
Keesokan harinya, saat media melakukan pengecekan, mobil tanki berkapasitas 8.000 liter itu sudah lenyap dari parkiran Marina Plaza Manado — lokasi tempat kendaraan itu diamankan sebelumnya oleh Tim Alpha Resmob.
Citra Polri di Ujung Tanduk
“Kalau memang mau transparan, undang media, gelar konferensi pers, tampilkan semua surat-suratnya. Jangan bermain di balik meja. Ini menyangkut citra Polri. Jangan dirusak oleh satu oknum,” tegas Vebry.
Sikap diam dan jawaban singkat AKP Isral hanya memperkuat dugaan bahwa ada aroma busuk di balik pelepasan babuk tersebut. “Jangan sampai publik menilai hukum bisa dibeli, apalagi dengan pertemuan-pertemuan tertutup yang tak wajar di malam hari,” pungkasnya.
[Kid]






