Manado, KOMENTAR.ID
Organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Manado aktif memberikan bantuan untuk korban banjir bandang Sitaro. Ketua Kadin Manado Jemmy Asiku langsung menyerahkan bantuan yang terkumpul dari sejumlah anggota Kadin Manado. Penyerahan bantuan dilaksanakan di halaman kantor Gubernur Sulut, Kamis (8/1/2026) pagi. Adapun Wakil Gubernur Viktor Mailangkay hadir menerima secara simbolik bantuan Kadin Manado yang diserahkan secara simbolik oleh Jemmy Asiku.
Bantuan tersebut disalurkan melalui BPBD Sulut untuk selanjutnya disalurkan ke kantong – kantong korban banjir bandang Sitaro.
“Kadin Manado berinisiatif memberikan bantuan sebagai wujud kepedulian dan rasa solidaritas bersama korban bencana,’ ungkap Ketua Kadin Manado Jemmy Asiku.
Ia berharap, berkat bantuan Kadin Manado dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ratusan warga di masa sulit ini.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan para korban. Dan semua situasi di Sitaro segera pulih,” ujar Asiku.
Diketahui, sembilan orang meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. Bencana ini terjadi pada Senin (5/1), pukul 02.30 Wita.
Tiga kecamatan terdampak adalah Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat. Insiden terjadi setelah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
Dalam visual yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga.
Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, pada Senin siang ini (5/1) banjir telah surut. Meskipun demikian, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak terputus.
Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan data per 5 Januari 2026, yang dikumpulkan oleh tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro tercatat rincian korban jiwa antara lain sembilan orang meninggal dunia, lima orang dalam pencarian, 17 orang mengalami luka-luka, dan 102 jiwa mengungsi di gedung GMIST Bethbara.
Lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut. Kerugian material lainnya masih dalam pendataan.
Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban yang dilaporkan hilang. Adapun kendala yang dihadapi di lapangan untuk mobilisasi sumber daya adalah penyesuaian jadwal penyeberangan kapal menuju Kabupaten Kepulauan Sitaro.
(Tn Kamrin)






