Ratahan, KOMENTAR.ID-
Henri Ratulangi adalah seorang milenial yang lahir di Desa Tolombukan 30 tahun silam. Ia terlahir sebagai seorang anak petani dan hal inilah yang membawa langkah Henri hingga bisa menjadi petani milenial inspiratif yang sudah banyak membantu petani khususnya kaum millenial.
Tumbuh di lingkungan keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, membuat Henri memberanikan diri untuk terjun ke dunia pertanian.
Dimulai dari mengambil jurusan pertanian di SPMA GMIM Tomohon dan melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Pertanian Bogor (ITB), hingga sekarang ia mampu menjadi petani sekaligus pelopor dalam membudidayakan Pepaya Callifornia, salah satu varietas pepaya premium yang sudah menembus pasar lintas provinsi.
Kisah sukses Henri Ratulangi seolah menepis anggapan miring mengenai profesi petani yang identik dengan kata bau, kuno, kotor, kumuh, dan berpenghasilan kecil. Tak pelak sejak lulus kuliah, dirinya bertekad untuk merubah paradigma miring mengenai profesi petani dan menganggapnya sebagai sebuah tantangan, motivasi, dan peluang untuk mengembangkan diri serta merubah pola pikir tersebut.
“Pertanian adalah sektor yang sustainability sexy, yang mana semakin ditekuni semakin membuat penasaran dan menggairahkan,” ujarnya.
“Hasil panen komoditas pertanian Indonesia memiliki kualitas yang baik dan tidak kalah saing dengan negara lain,” ujarnya lagi.
Kesuksesan Henri dalam agribisnis usaha pertanian, menjadikannya terpilih sebagai salah satu dari 33 Duta Petani Milenial dan Duta petani Andalan (DPM/DPA) asal Provinsi Sulawesi Utara yang telah dikukuhkan Presiden Joko Widodo pada tahun 2021 yang lalu bersama dengan peserta dari 33 Provinsi lainnya, dan saat ini Henri dipercayakan sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah DPM/DPA Prov. Sulawesi Utara sekaligus merangkap Ketua Pengurus Daerah DPM/DPA Kab. Minahasa Tenggara.
Selain itu, dirinya juga dipercayakan untuk menjadi pengurus berbagai organisasi pertanian baik ditingkat daerah sampai ke tingkat Nasional, diantaranya; Wakil Sekretaris KTNA Kab. Minahasa Tenggara, Sekretaris PPPSI Prov. Sulawesi Utara dan anggota bidang Hortikultura IKAMAJA Nasional.
Dengan menjadi salah satu bagian dari Duta Petani MIlenial, membuat Henri mendapatkan banyak teman dari berbagai provinsi. Sekaligus memperluas jaringan relasi, termasuk mereka yang siap mendukung dan mengembangkan kerjasama di sektor pertanian, terlebih lagi di bidang ekspor produk.
Henri juga berkomitmen untuk membagikan ilmu dan pengetahuannya dengan para pemuda pemudi di pedesaan. Terbukti pada saat ini Henri telah membina lebih dari 100 petani milenial potensial yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara.
Terbaru, pria yang hobi paduan suara ini juga telah mendampingi 3 pemuda tani binaanya dalam mempresentasikan produk olahannya dalam kegiatan Sarasehan Petani Millenial di Kota Makassar di depan pejabat eselon 1 Kementan RI dan calon investor.
Dirinyapun telah memfasilitasi puluhan petani dalam mengakses Kredit Usaha Rakyat dengan bunga 6% tanpa agunan, dimana Henri sendirilah yang menjadi Jaminan untuk para petani tersebut dan bahkan mendampingi para petani dalam membudidayakan usaha mereka hingga boleh mencapai hasil yang maksimal.
Bahkan dari hasil usulan Henri yang juga sebagai Ketua Poktan Kokor Farm ini membuat kelompok taninya mendapat bantuan anggaran dari Kemeterian Pertanian untuk pembangunan jalan usaha tani di Perkebunan Kokor Desa Liwutung Dua, Kab. Mitra yang saat ini dampaknya sudah dirasakan petani di kawasan perkebunan Kokor.
Terlebih yang Henri lakukan untuk membantu para petani, dilakukannya tanpa menerima imbalan apapun, karena menurut pria yang juga pernah belajar pertanian terpadu melalui program “ASEAN young farmers leader styding programme” di Prefekture Niigata, Jepang pada tahun 2016 ini mengatakan, yang terpenting bagi saya bukanlah apa yang saya dapat, tapi apa yang sudah dan yang akan saya berikan untuk keluarga, untuk orang-orang sekitar dan terlebih untuk daerah saya demi untuk masejahteraan masyarakat petani.
Selanjutnya, pada awal tahun 2023 ini dirinya berencana akan membagikan produk Pupuk Organik Cair hasil produksinya sendiri untuk dibagikan ke petani.
“Awal taong ini kita mo berbage pupuk organik cair kita pe produk sandiri, juga sebagai tahapan promosi pa tamang tamang petani yang kesulitan mo ba beli pupuk,” imbuhnya.
[kid]






