Sitaro, KOMENTAR.ID
Upaya optimalisasi pembinaan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Tagulandang, di Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), di Sulut. Salah satu adalah dengan terus menunjang peningkatan keahlian para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program pembinaan kemandirian pertukangan kayu.
Alhasil, usaha tak pernah mengkhianati hasil di mana lewat program ini, hasilnya ialah produk mebel berkualitas tinggi.
Bahkan, menurut Kepala Lapas Kelas III Tagulandang, Alfred Awoah, kini hasil karya WBP tak kalah bagusnya dengan yang dibuat oleh pengrajin profesional.
“Berbekal pelatihan pertukangan kayu yang kita laksanakan beberapa waktu yang lalu, warga binaan mendapatkan keterampilan untuk bisa menghasilkan karya, seperti lemari, meja bahkan kursi ataupun sofa,” kata Awoah.
Lebih bikin bangga lagi, sambung dia, WBP kini mulai kebanjiran orderan, khususnya untuk produk meja dan kursi.
“Selain memproduksi meja dan kursi kayu, ada juga sofa yang ditawarkan,” sebutnya.
Disinggung soal hasil penjualan produk karya WBP, ia mengatakan bahwa hasil penjualan nantinya menjadi salah satu komponen bagi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Dan sebagian tentunya untuk warga binaan itu sendiri,” sebutnya.
Di satu sisi, dia berharap semoga keahlian yang didapat WBP ini, mampu menjadi sumber penghasilan saat kembali ke tengah masyarakat.
“Keahlian ini tentu sebagai bekal bagi mereka sebelum nantinya kembali ke masyarakat, dan diharapkan berguna untuk menjadi tumpuan ekonomi bagi diri dan keluarga, juga mereka tidak dipandang sebelah mata,” pungkasnya.
(kid/gus)
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.