Manado, KOMENTAR.ID
Dunia pendidikan di kota Manado rupanya dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Betapa tidak, terkuak masih ada saja upah Honorer belum terbayarkan, padahal terinformasi dananya sudah ada.
Tidak sampai disitu saja, keluhan soal bangunan sekolah yang tidak layak, hingga rusak harusnya menjadi perhatian oleh pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan kota Manado, yang memiliki Pagu Anggaran paling tinggi yakni Rp 300 Milliar.
Namun menariknya, dengan adanya fakta tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Manado Peter B Assa justru baru saja selesai pugar ruang kerja berbandrol Ratusan Juta Rupiah.
Informasi itu tidak dibantah oleh Assa. Ia mengatakan, banyak perkiraan bahwa ruang kerja itu mewah dan mahal.
Padahal kata dia, hanya dianggarkan dengan PL (Penunjukkan Langsung)”Orang mengira ruangan ini mahal, padahal hanya PL. Saya gambar dan desain sendiri bangunan dan penataan ruangannya,” ujar Assa belum lama ini.
Ruangan kerja dengan suhu yang sangat dingin, nampak dinding dengan penataan yang elit serta meja kerja yang lumayan mewah.
Tidak hanya itu saja, terlihat meja khusus meeting yang dilengkapi dengan tempat duduk yang harganya cukup melunasi upah para honorer.
“Ya saya orangnya begitu, kalau kerja harus dalam ruangan yang senyaman-nyamannya. Bagaimana mau kerja kalau tidak nyaman,” seloroh Assa yang mengaku sudah 16 tahun eselon II dan meminta pindah ke Dinas Pendidikan jelang purna bakti.
Diketahui, Birokrat yang punya karakter dan gengsi tinggi itu memang doyan merehab ruangan saat memegang satu jabatan.
Saat menjabat Kepala Badan Keuangan Pemkot Manado, dirinya memugar ruangan dengan apik dan nyaman.
Terpisah, Anggota DPRD Kota Manado William B Kaeng mengatakan, sikap yang tidak patut dicontoh itu mungkin saja berpengaruh pada jelang purna bakti.
Kaeng menyentil juga terkait, ketidakhadiran Dinas Pendidikan dalam RDP yang digelar Komisi IV DPRD Manado belum lama ini.
“Mungkin karena sebentar lagi pensiun, jadi beliau seenaknya menggunakan anggaran. Saat fasilitas pendidikan menjerit, Kadis justru sulap ruangan mewah,” tegas Kaeng.
Ia sendiri mengaku, khusus dinas pendidikan kota Manado, Komisi IV telah menyiapkan bahan koreksi dalam paripurna kedepan.
“Kami anggota bersama pimpinan Komisi IV sudah berembuk untuk menyampaikan beberapa hal terkait dinas pendidikan. Karena tidak menunjukkan seorang pimpinan yang harusnya menjalankan tupoksinya. Diundang dalam RDP tidak hadir, ada apa sebenarnya dengan SKPD ini. Harus jadi perhatian Pak Walikota, kalau perlu ada evaluasi konkrit,” terang politisi Demokrat itu.
[Kid/rol]






