Derby Panas di Stadion Klabat: 10 Pemain, Persmin Minahasa Tetap Tekuk Persma Manado 2-1

Manado, KOMENTAR.ID

Derby Sulawesi Utara di Stadion Klabat bukan sekadar adu gengsi. Laga antara Persmin Minahasa kontra Persma Manado menjelma menjadi pertarungan mental, taktik, dan determinasi.

Read More

Hasil akhirnya? Persmin keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1, meski harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-60.

Sejak peluit awal dibunyikan wasit nasional Tommy Monggopa, tensi pertandingan sudah terasa tinggi. Persma sebenarnya memiliki kesempatan emas membuka keunggulan lewat titik putih di babak pertama.

Namun eksekusi penalti yang gagal membuat skor tetap kacamata hingga turun minum—sebuah momen yang kemudian terbukti mahal.

Memasuki babak kedua, Persmin melakukan perjudian taktik dengan mengganti penjaga gawang Juviero dengan Savio Sepang. Namun situasi makin rumit ketika Harun Vendy harus meninggalkan lapangan lebih cepat usai menerima kartu merah pada menit ke-60.

Alih-alih goyah, Laskar Manguni Makasiow justru menemukan momentumnya.
Serangan balik cepat di menit yang sama menjadi titik balik. Michael Saupei tampil sebagai pembeda lewat penyelesaian klinis yang membungkam publik tuan rumah. Gol itu bukan hanya soal angka, tapi juga suntikan moral bagi tim yang bermain pincang.

Ketika laga tampak mengarah pada tekanan Persma, Saupei kembali hadir di menit ke-81. Memanfaatkan bola liar di depan gawang, striker bernomor punggung 7 itu mencetak gol keduanya malam itu. Sebuah bukti bahwa efektivitas lebih penting dari dominasi.

Persma baru bisa memperkecil kedudukan jelang laga usai melalui sundulan Exel Suud. Namun waktu tak cukup untuk membalikkan keadaan.

Pelatih Persmin, Marthen Tao, menilai kemenangan ini sebagai modal berharga di tengah proses pembentukan tim menuju Liga 4. Sementara Manajer tim, Richo Roring, tak menutupi rasa optimisnya.
“Kami melihat perkembangan permainan Laskar Manguni Makasiow sangat baik.

Mampu menang atas Persma di kandang mereka menjadi bukti bahwa tim ini siap dan layak tampil di Liga 4,” ujarnya.
Lebih dari sekadar hasil uji coba, laga ini menyiratkan pesan penting: Persmin bukan sekadar peserta pelengkap. Dengan mental baja dan efektivitas permainan, mereka memberi sinyal tegas bahwa Liga 4 nanti akan menghadirkan persaingan yang lebih sengit dari yang dibayangkan.

[***]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts