Tomohon, KOMENTAR.ID
Air mata seorang istri sah, Linda W (51), tak pernah berhenti jatuh sejak mengetahui suami yang selama ini ia cintai, Maicheel K diduga menjalin hubungan gelap dengan seorang perempuan bernama Melisa P
Linda, yang telah 8 tahun membina rumah tangga, kini harus menanggung luka batin, dikhianati oleh orang yang seharusnya melindungi dan menafkahinya.
“Saya hancur… suami yang saya percaya ternyata diam-diam hidup dengan perempuan lain. Saya istri sah, tapi diperlakukan seperti tidak ada artinya,” ungkap Linda dengan suara parau.
Kecurigaan Linda bermula sejak Februari 2025, ketika nafkah rumah tangga mulai tak diberi. Bahkan saat gaji ke-13 bulan Juni 2025 cair, ia tak menerima sepeser pun. Dalam kekecewaan, Linda berusaha mencari kebenaran.
Dengan keberanian yang luar biasa, Linda mengikuti langkah suaminya hingga ke sebuah kos di dekat kantor DPRD Tomohon. Pada 16 Juni 2025, kenyataan pahit ia dapati. Di balik pintu kos yang digembok, ia menemukan suaminya diduga tinggal satu kamar bersama Melisa.
Perasaan itu kian hancur ketika muncul kabar bahwa suaminya dan perempuan itu mengajukan kredit rumah dengan dokumen yang seolah-olah mereka sudah berpisah bertahun-tahun. Rekayasa yang semakin menambah luka hati seorang istri.
Seorang saksi bahkan menyebut pernah melihat keduanya berada di dalam rumah, mandi bersama, hingga sang suami nekat meloncat dari belakang rumah saat terpergok. Video pakaian yang tertinggal dan barang-barang pribadi di rumah tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa mereka memang tinggal bersama.
Linda mencoba tetap tegar. Ia mengikuti saran keluarga besar untuk berdamai, berharap suaminya pulang ke rumah dan sadar. Namun, hanya berselang seminggu, Linda justru kehilangan emas dan barang-barang berharga. Harapannya pupus, lukanya kian dalam.
Puncak kekecewaan Linda terjadi pada 22 Agustus 2025, ketika publik melihat pasangan itu berduaan di mobil, terjebak macet di depan Alfamart Walian, Tomohon. Kejadian itu jadi tontonan orang banyak, bahkan viral di media sosial.
“Saya merasa ditantang. Seolah-olah mereka bangga mempermalukan saya di depan umum. Saya bukan hanya dikhianati, tapi juga diinjak harga diri saya,” kata Linda, menahan tangis.
Kasus ini sudah dilaporkan Linda ke berbagai pihak berwenang sejak awal Agustus 2025. Namun, ia mengaku hingga kini respons yang ia terima sangat lambat.
Bagi Linda, ini bukan lagi sekadar kisah rumah tangga. Ini tentang martabat seorang perempuan, seorang istri sah yang diperlakukan tidak adil.
“Saya tidak butuh kasihan, saya hanya minta keadilan. Jangan biarkan ada drama yang menutup kebenaran. Saya ingin hukum berjalan, dan semua pihak dihargai sebagaimana mestinya,” tegas Linda.
Kini, Linda memilih bersuara. Ia berharap pengalamannya menjadi pelajaran bagi banyak orang, bahwa pengkhianatan bukan hanya merusak rumah tangga, tapi juga menghancurkan hati, harga diri, dan kehidupan seorang perempuan.






