Diberitakan Preman Bayaran Ci Dede, Puluhan Pekerja Tambah Marah Besar

Puluhan pekerja tambang mencari nafkah di lokasi yang dikelola Ci Dede Tjin di Ratatotok. (kamrin/kid)

Ratatotok, KOMENTAR.ID
Puluhan pekerja tambang yang bekerja di lokasi Ratatotok mengungkapkan kegerahan mereka karena berita-berita online yang menuduh preman bayaran. Michael Lantu atau Pato, salah satu pekerja tambang mengungkapkan kekecewaan karena dituduh sebagai preman bayaran Ci Dede.

“Jangan menilai kami dengan standar masa lalu. Kami ini bukan preman. Kami hanya pekerja kasar di tambang. Mencari berkat untuk memberi makan istri dan anak-anak. Masa dibilang preman bayaran. Ini bukan cuma tidak sopan. Tapi melecehkan martabat kami,” ujar Pato saat dijumpai di Restoran Kinari, Jumat (24/4/2026).

Menurut Pato, kondisi seluruh pekerja di tambang Ci Dede dan di berbagai pertambangan lain semuanya sama.

“Apa bedanya kami dengan pekerja tambang di tempat lain. Semua sama – sama pekerja atau buruh kasar, tidak ada preman. Ini bukan tambang dulu-dulu ini. Masa kami cari makan baik-baik dibilang preman. Terus pekerja yang baik itu bagimana? Ganggu orang?,” tutur Pato.

Lanjut Pato, media seharusnya menciptakan kondisi yang baik agar pekerja dan pengusaha tambang tidak diganggu dengan isu – isi menyesatkan.

“Alangkah baiknya media itu dukung iklim usaha agar ekonomi masyarakat meningkat. Bukan asal tulis sesuka hati,” pesan Pato. (Tn Kamrin)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts